Sumbermulyo Rajanya Tahu


Ketua paguyuban pengusaha tahu ‘Sumber Berkah’ Desa Sumbermulyo, Imam Subekhi mengatakan bahwa saat ini jika di total terdapat lebih kurang dua puluh dua pabrik atau perusahan yang berdiri di desa tersebut. Pemasarannya pun sampai saat ini sudah merambah hampir di seluruh Kota/Kabupaten di Provinsi Jawa Timur.

JOGOROTO – Asap tipis mengepul dari atas drum-drum besar yang bertengger di atas tungku. Di dekatnya, berkuintal-kuintal kedelai menunggu giliran untuk direbus dan dicuci. Sentra produksi tahu di Desa Sumbermulyo, Kecamatan Jogoroto sudah mulai beroperasi pagi itu. Prospek dari usaha pembuatan tahu ini begitu cemerlang. Kebutuhan tahu dimasyarakat yang stabil membuat usaha pembuatan tahu menjajikan untuk dijalankan.

Sejak tahun 1980-an, Desa Sumbermulyo mulai dikenal masyarakat luas sebagai sentra penghasil tahu di Jombang. Tah ayal hampir delapan puluh persen warganya menjalankan industri rumah tangga yang memproduksi tahu. Entah dari yang mulai memiliki pabrik ataupun yang masih usaha rumahan.

Ketua paguyuban pengusaha tahu ‘Sumber Berkah’ Desa Sumbermulyo, Imam Subekhi mengatakan bahwa saat ini jika di total terdapat lebih kurang dua puluh dua pabrik atau perusahan yang berdiri di desa tersebut. Pemasarannya pun sampai saat ini sudah merambah hampir di seluruh Kota/Kabupaten di Provinsi Jawa Timur.

Baca Juga : Siapkan Generasi Bersih dan Sehat


“Malahan saat ini sudah mulai menjujuk pasar di Madura. Untuk pengirimannya pun biasanya dilakukan setiap hari. Mereka (para pengusuha tahu) sudah memiliki pasarnya sendiri-sendiri, jadi setiap hari langsung menuju tujuannya,” terang Imam Subekhi.

Menurut data yang diperoleh dari beberapa masyarakat setempat, berkembangnya pabrik tahu di Desa Sumbermulyo bermulai dari keluarga Kasiran pada tahun 1955 yang berada di Dusun Bapang. Kala itu produksi masih dalam skala kecil dan pembuatannya pun masih tradisional. Seiring berjalannya waktu, produksi tahu pun mengalami peningkatan, baik dalam pengolahannya, jumlah produksinya, jumlah pegawainya, maupun pangsa pasarnya.

“Dari kesuksesan pabrik tahu yang didirikan Kasiran, membuat banyak masyarakat di Desa Sumbermulyo khususnya Dusun Bapang untuk mengikuti jejaknya dengan membuat pabrik tahu. Mulanya mereka hanya sekedar berjualan tahu di pasar dengan mengambil atau membeli tahu dari pabrik Kasiran, kemudian lambat laun mereka merasakan keuntungan berjualan tahu hingga akhirnya mereka bisa mendirikan pabrik tahu sendiri,” jelas salah satu pengusaha tahu, Rizky Hidayat

Produksi tahu dengan cara tradisional sekarang sudah menggunakan mesin dan bahkan dari pabrik yang sudah memproduksi dalam jumlah besar dari mulai penggilingan sampai penyaringannya. Barulah pada tahun 2002-an di Dusun Bapang memiliki pabrik besar, pemiliknya yaitu M. Sholikin. Dia juga yang pertama mendapat izin dari pemerintah dan salah satu pelopor yang berinisiatif mengembangkan berbagai jenis olahan tahu, seperti tahu kemasan dan tahu bulat.

Dengan demikian, peran home industri dalam bidang industri tahu ini sangatlah berpengaruh besar pada penyerapan tenaga kerja, sehingga dengan adanya industri tahu di Desa Sumbermulyo turut serta membantu pemerintah guna mewujudkan dalam bidang perekonomian. Kemampuan dan keahlian sejak kecil yang mereka geluti di bidang produksi tahu membuat meraka ingin merasa sukses dan berkembang. Barulah mereka berinisiatif untuk mendirikan pabrik sendiri sebab menurut mereka ilmu yang pasti meraka bisa adalah dengan produksi tahu.

 
Menggunakan Bahan Pilihan

Mengenai kualitas tahu, selain enak, beberapa pengusaha tahu di Desa Sumbermulyo juga mengklaim tidak pernah menggunakan bahan kimia yang dilarang seperti borax atau formalin. Pembuktiannya, setelah lebih tiga hari tahu pasti menimbulkan bau tidak sedap atau mulai membusuk. Apabila tahu dalam tiga hari tidak membusuk, hal tersebut patut dicurigai adanya campuran bahan pengawet.


“Bahan dasar kedelainya pun kami impor dari Amerika, karena jika menggunakan dari lokal sendiri seperti tidak mampu untuk menyuplainya. Karenanya harus impor itu tadi. Selain itu jika menggunakan kedelai lokal, ada tahap-tahap dulu yang harus dilakukan, jadinya dapat menyita waktu lebih panjang pula,” uangkap Rizki Hidayat.

Jumlah produksi yang dihasilkan sentra tahu Sumbermulyo disampaikan kedalam angka perbandingan yang lebih sederhana, yakni setiap bahan kedelai seberat 12,5 kilogram menjadi tahu sebanyak 6 lembar/ blabak dengan ukuran rata-rata 50 x 50 sentimeter.

Dari proses produksi tahu tersebut menghasilkan limbah berupa gembus, biasanya gembus tersebut dibeli oleh pembuat tempe gembus. Dapat pula dimanfaatkan sebagai pakan ternak sapi. Limbah gembus dari bahan kedelai seberat 12,5 kilogram biasa laku dijual seharga 10 ribu rupiah.

Rizky Hidayat meruntut secara singkat cara pembuatan tahu. Awalnya kedelai direndam selama tiga jam. Kemudian digiling lantas dilanjutkan ke proses perebusan. Setelah direbus lalu disaring untuk memisahkan sari kedelai dengan limbah (gembus). Setelah terpisah lalu di jantu atau dikasih cuka kemudian terakhir langsung dicetak. Sementara itu, limbah yang tidak dapat dimanfaatkan lagi akan dibuang menuju saluran IPAL dan Digaster.

Dengan potensi yang dimiliki oleh desanya dan untuk mengenalkan produksi tahunya di kalangan masyarakat Jombang sendiri, Paguyuban pengusaha tahu Sumber Berkah menggelar Grebek Kenduri Tahu Jombang 2019 yang dilaksanakan pada hari Kamis lalu (7/11). Pada kegiatan yang digelar kali pertama ini, panitia menyediakan sebelas gunungan tahu setinggi lebih kurang tiga meter dengan jumlah tahu sekitar 600-700 plastik tahu dengan satu plastiknya berisikan 10 tahu.

“Tidak lupa kami juga menyediakan cabe dan bumbu petis dalam menyajikan tahu ini. Jika biasanya kita jualnya tahu mentah atau belum siap makan, maka berbeda untuk gunungan ini. Karena diharapkan saat dibagikan kepada masyarakat, mereka akan bisa langsung menikmati cita rasa tahu di Desa Sumbermulyo ini,” ujar salah satu panitia acara Grebek Kenduri Tahu Jombang 2019.

Mereka berharap dengan terselengaranya kegiatan tersebut, dapat menjadikan icon baru di Kabupaten Jombang khususnya di Desa Sumbermulyo. Selain itu juga dapat mengembangkan usaha-usaha masyarakat setempat agar lebih baik dan merambah ke pasar yang lebih luas. aditya eko

No comments

Powered by Blogger.