TK Muslimat Badang II, Ngoro. Letaknya yang berdekatan dengan masjid dan dikelilingi lahan persawahan, membuat kegiatan pembelajaran lebih mengarah kepada aktivitas religi serta berbasis lingkungan.

NGORO, MSP – Tiap lembaga pendidikan pasti memiliki model pembelajaran berbeda. Bergantung pada keadaan lingkungan sekolah berdiri. Tujuannya agar kegiatan pembelajaran bisa berjalan lancar menyesuaikan lingkungan sekitar.

Begitu juga TK Muslimat Badang II, Ngoro. Letaknya yang berdekatan dengan masjid dan dikelilingi lahan persawahan, membuat kegiatan pembelajaran lebih mengarah kepada aktivitas religi serta berbasis lingkungan. Selain melakukan senam bersama-sama sebelum pembelajaran dimulai, anak didik juga dibiasakan membaca sekaligus menghafalkan surat pendek dengan panduan seorang ustaz maupun guru.

“Ditambah setiap hari Kamis ada agenda praktik salat dan wudu, harapannya berjalannya kedua kegiatan mampu menimbulkan pembiasaan terhadap anak didik dalam melakukan ibadah kepada Tuhan, sehingga dengan sendirinya akan timbul kebiasaan sampai tumbuh dewasa nanti,” jelas Kepala TK Muslimat Badang II, Mei Tuty Aniswatin. 




Guna memberikan variasi saat pembelajaran praktik ibadah, guru mengajak seluruh anak didik untuk menyanyikan sebuah lagu yang liriknya berisi tentang tata cara berwudu dan salat. Hal itu bertujuan mengajak anak didik agar senang terlebih dahulu. Akhirnya dari kesenangan melakukan praktik, perlahan guru menyematkan doa sesuai dengan gerakan yang dilakukan. Alhasil anak didik pun lebih mudah menghafal semua kegiatan tanpa adanya tuntutan keberhasilan.

Tidak hanya sebatas pendalaman agama, guru juga kerap memanfaatkan keadaan lingkungan sekitar lembaga sebagai salah satu basis pembelajaran. Keberadaan sungai, kebun dan sawah milik masyarakat sangat memberikan kemudahan bagi guru untuk mengenalkan kepada anak didik di setiap tema yang diajarkan. Seperti halnya jenis tumbuhan, batu-batuan, sungai maupun hewan, semua sudah bisa ditemukan secara langsung tanpa harus membayangkan ataupun harus datang ke kebun binatang.

Melimpahnya keadaan alam Desa Badang setidaknya dapat mengurangi intensitas wali peserta didik dalam mengeluarkan biaya tambahan guna mengunjungi lokasi tertentu. Sebagai hiburan bagi orang tua dan anak didik supaya mendapatkan suasana baru, sekolah tetap mengadakan agenda rekreasi ke tempat wisata sesuai kebutuhan pembelajaran di setiap puncak tema.

Perempuan berkacamata itu pun menambahkan, “Tema yang diberlakukan pada agenda rekreasi anak didik bersama orang tua tidak hanya mendapatkan kesenangan saja, secara tidak langsung peserta rekreasi bisa mendapatkan pengetahuan baru di tempat tujuan.” fakhruddin

Indek :

· Jumlah Anak Didik : 46 (19 TK A, 27 TK B)

· Jumlah Gedung : 2

· Jumlah Ruang : 4 (1 aula, 2 ruang kelas, 1 ruang kepala sekolah)

· Permainan : 10

· Luas Bangunan :

o Bangunan 1 : 15 meter x 8 meter

o Bangunan 2 : 10 meter x 8 meter

· Kegiatan Tambahan : Tempat Pembelajaran Quran (TPQ) dan Tari
Sebelumnya Berikutnya