Kegiatan ini bertujuan mensosialisasikan program pendidikan Provinsi Jawa Timur serta persiapan Ujian Sekolah Berstandar Nasioanl (USBN), Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun pelajaran 2018-2019.

JOMBANG, MSP – Pelaksanaan rapat koordinasi dan pembinaan Kepala SMA, SMK, Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK) Negeri/Swasta Se Kabupaten Jombang, Rabu (14/3) di Aula SMA Negeri 3 Jombang dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Dr. Saiful Rachman, MM., M.Pd., Struktural Dinas Pendidikan Provinsi, Kepala Cabang Dinas Pendidikan, Pengawas SMA/SMK/PKLK Kabupaten Jombang.

Kegiatan ini bertujuan mensosialisasikan program pendidikan Provinsi Jawa Timur serta persiapan Ujian Sekolah Berstandar Nasioanl (USBN), Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun pelajaran 2018-2019. Saiful Rachman memberikan resep jitu untuk para kepala sekolah, yakni menggunakan Aktif, Kreatif, Inovatif, dan Komunikatif atau AKIK.


“Perubahan selalu terjadi di berbagai sektor pendidikan seperti halnya penerapan pembelajaran dahulu dengan saat ini, maka guru harus mengubah cara mendidik agar peserta didik secara disiplin tanpa takut tata tertib atau guru. Pada akhirnya karakter peserta didik yang diharapkan mampu tercipta. Demikian juga semangat literasi di sekolah harus benar-benar dilaksanakan dengan baik,” ungkap Saiful Rahman.

Pria yang sudah 30 tahun terjun dalam dunia pendidikan ini menginginkan Jawa Timur kembali menjadi ikon pendidikan nasional, namun dari segi prestasi masih perlu dikejar secara maksimal. Saat ini SMA/SMK sudah berstandar provinsi berikutnya harus mampu mencapai standar nasional. Terlebih, UNBK 2018 sendiri berkomitmen dilaksanakan 100 persen secara merata seluruh wilayah Jawa Timur. Oleh karenanya, keberhasilan UNBK sendiri bisa menjadi satu tolak ukur keberhasilan sistem pendidikan di Jawa Timur.

“Walaupun UNBK tidak menjadi standar kelulusan lagi, tetapi perolehan nilainya berguna untuk melanjutkan jenjang lebih tinggi terutama kedinasan (Akpol dan Akmil dengan minimal nilai rata-rata tujuh). Sementara PPDB 2018 tetap menggunakan sistem online menggunakan sistem zonasi dengan dua pilihan yakni dalam zona (prioritas) dan luar zona dengan satu tahap gelombang,” tambahnya. chicilia risca
Sebelumnya Berikutnya