Dengan adanya pawai taaruf mampu mengangkat minat umat Islam khususnya di Tembelang agar menyambut Isra Mi’raj dengan suka cita. Selain itu juga dapat meningkatkan syiar Islam dan menyemarakkan peringatan perjalanan Nabi Muhammad SAW.

TEMBELANG, MSP – Makna peringatan Isra Mi’raj atau Lailat al Miraj adalah mengenang perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Mekah ke Yerusalem menuju ke langit ketujuh. Umat Islam percaya bahwa saat itu merupakan momentum turunnya perintah salat. Menurut Alquran, Isra Mi’raj berawal ketika Nabi Muhammad SAW berada di Mekah didatangi malaikat lalu dibawa ke ‘Masjid terjauh’ yang dipercaya sebagai Masjid Al Aqsa di Yerusalem. Di situlah Nabi Muhammad SAW berdoa bersama para nabi dari masa lampau dan di saat yang sama diangkat ke surga.

Untuk mengenalkan dan menanamkan peristiwa bersejarah ini, Kelompok Kerja Guru (KKG) SD Kecamatan Tembelang menggelar pawai taaruf yang melibatkan 22 SDN di Kecamatan Tembelang. Kegiatan ini bertempat di Balai Desa Kedunglosari (13/04) dengan menampilkan grup drumband masing-masing sekolah.




Ketua panitia pawai taaruf Suryanto, S.Pd.I., mengatakan, “Diharapkan terselenggaranya acara ini mampu mengangkat minat umat Islam khususnya di Tembelang agar menyambut Isra Mi’raj dengan suka cita. Selain itu juga dapat meningkatkan syiar Islam dan menyemarakkan peringatan perjalanan Nabi Muhammad SAW. Oleh karenanya kami mewajibkan setiap SDN yang mempunyai grup drumband diharuskan mengirim perwakilannya untuk berpartisipasi.”

Camat Kecamatan Tembelang, Dra. Wor Windari, M.Si mengawali pemberangkatan pawai taaruf dengan mengibarkan bendera dan diikuti peserta lainnya. Pada acara tersebut, peserta didik membawa spanduk identitas lembaga dan juga imbauan berbuat kebaikan serta meningkatkan iman dan takwa.

Wor Windari mengatakan, “Tujuan digelarnya pawai taaruf ini untuk meningkatkan silaturrahim dan ukhuwah Islam sesama muslim. Karena momen kali ini merupakan kesempatan yang diberikan Allah untuk semakin mendekatkan diri kepada-Nya. Selain itu derasnya pengaruh globalisasi secara tidak langsung akan mengubah pola hidup dan lambat laun akan menipiskan tingkat keimanan seseorang. Terlebih semakin kurangnya kesadaran genarasi muda datang ke masjid juga timbul dari efek negatif globalisasi. Sehingga peran serta orang tua, tokoh masyarakat, dan agama untuk ikut serius menangani kondisi ini sangat diperlukan.”  aditya eko
Sebelumnya Berikutnya