Zainul Abidin, S.Pd. guru Tidak Tetap (GTT) Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) SDN Jelakombo 2 Jombang menambah penghasilannya dengan mendaftarkan diri sebagai salah satu pengemudi ojek online (Onjol).

JOMBANG, MSP – Memasuki era digital membuktikan semakin pesatnya kemajuan teknologi. Hampir seluruh bidang kehidupan tersentuh sehingga mengalami perubahan signifikan. Segala aktivitas manusia semakin dipermudah. Mulai soal membeli barang, makanan, hingga menyediakan jasa. Seperti halnya munculnya ojek Dalam Jaringan (Daring), kalau dahulu harus menunggu untuk mendapatkan jasa transportasi kini tinggal menggunakan aplikasi dalam telpon pintar. Alhasil perubahan ini memberikan kesempatan terbukanya lapangan pekerjaan baru.

Peluang itu pun di tangkap dengan baik oleh seorang Guru Tidak Tetap (GTT) Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) SDN Jelakombo 2 Jombang, Zainul Abidin, S.Pd. Guna menambah penghasilannya lantaran honorarium sebagai GTT sangat terbatas, ia mendaftarkan diri sebagai salah satu pengemudi ojek online (Onjol) di kota yang identik dengan menara air Ringin Conthong ini.




Selain tidak mengaggu pekerjaan utamanya sebagai guru, menjadi pengemudi onjol tiada terbelenggu dengan waktu. Kapan pun ia bisa membuka jasa transportasi roda dua ini asal telah mengaktifkan aplikasinya. Ditambah kesempatan mendapatkan bonus andaikan berprestasi serta jaminan asuransi dari perusahaan.

“Dorongan terbesar mengambil pekerjaan tambahan ini tiada lain karena desakkan kebutuhan ekonomi yang makin pesat. Sehingga jangan heran bilamana banyak GTT rela menjalani profesi lain guna menutupi kekurangan honorarium yang diterima,” ungkap Zainul Abidin tatkala berkunjung ke Redaksi Majalah Suara Pendidikan.

Walaupun berat nan melelahkan, bagi bapak satu anak ini pantang terbesit mengungkapkan dari bibirnya sebuah keluhan. Ia menyadari tanggungjawab sebagai kepala keluarga harus dijalani dengan penuh semangat dan tanggungjawab. Apalagi ide awal menjadi pengemudi onjol terlontar dari isterinya. Hal itu dilatarbelakangi kebiasaannya kopi darat dengan sejumlah teman-temannya.

Oleh karena itu, usai menuntaskan pekerjaan utamanya sebagai guru sekitar pukul 14.00 WIB, ia baru mengaktifkan aplikasinya. Ia pun memilih hanya menerima pekerjaan ini hari Senin sampai dengan Sabtu saja, Sabtu diperuntukkan bagi keluaga tercintanya.

Bekerja dari jam 14.00 WIB hingga 17.30 WIB setidaknya memperoleh 50.000 rupiah. Bahkan bonus pun siap datang andai mampu mengantar hingga 20 penumpang. Kalau diuangkan bisa mencapai 150.000 rupiah, terang pria bekulit sawong matang ini.

Bagi Zainul Abidin, rasa malu sudah ditanggalkan jauh-jauh. Terpenting adalah keluarganya sejahtera dan bahagia, asal halal segala pekerjaan siap dilakukan. chicilia risca
Sebelumnya Berikutnya