Kebijakan penguasa harusnya melindungi rakyatnya dari hal-hal yang merusak bukan malah memfasilitasi. Harus ada kesadaran semua elemen pendidikan yaitu orang tua, masyarakat dan sekolah untuk saling mendukung demi terwujudnya tujuan pendidikan nasional.

Eny Alfiyah*)

Pada perayaan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhajir Effendi menggelar nonton bareng (Nobar) film 'Dilan' dan 'Yowis Ben'. Tujuannya untuk mengapresiasi dan mencintai film karya anak bangsa. Terpilihnya film tersebut dengan pertimbangan sebagai film baru dan sangat banyak yang suka setelah menonton. Anandes selaku Kassubag Layanan Informasi Biro Komunikasi Masyarakat Kemendikbud mengatakan ada pesan penting dalam film yang diperankan tokoh Dilan dengan pasangannya yaitu ada sinergi semua elemen pendidikan (sekolah, orang tua dan masyarakat). Serta hubungan warga sekolah (guru dan murid ) mampu membangun suasana pendidikan yang baik. http://detik.id/V2QTg4.

Tentang karakter Dilan digambarkan sosok yang mengedepankan naluri cinta pada lawan jenis yang dia perjuangkan dengan segala cara. Perlu diperhatikan usia remaja sedang matang-matangnya alat reproduksi sehingga bisa mempengaruhi hidup mereka bila tanpa pengendalian iman dan taqwa. Tawuran pelajar adalah hal yang wajar untuk mendapat cinta seseorang. Orang itu akan berprilaku sesuai apa yang dia pahami. Itulah karakter 'Dilan' yang menaklukkan hati pasangannya, Milea. Pada karakter film 'Yowis Ben' sosok Bayu harus memilih antara grup bandnya atau cewek yang dikejarnya yaitu Susan. Kedua film menggambarkan memadu kasih di sekolah sebagai hal yang wajar demikian pula dengan pacaran. Bagaimana bisa menjadi pelaku perubahan yang mengantarkan umat menjadi lebih baik bila masih usia sekolah hanya persoalan cinta yang diperjuangkan mati-matian?

Memang di era kapitalisme liberalisme sarat dengan kebebasan baik kebebasan berpendapat, kepemilikan, beragama, dan berperilaku. Namun disadari tujuan pendidikan nasional kita adalah menjadikan anak didik yang punya sains dan imtaq. Bagaimana mereka bisa mempunyai karakter iman dan taqwa yang tinggi bila tontonannya mengedepankan karakter teguh dalam memperjuangkan naluriah cinta terhadap lawan jenis?

Sosok Dilan pun punya karakter yang tidak baik yaitu tidak punya adab kepada guru dan suka berkelahi. Dalam film itu dilan memukul seorang guru dihadapan guru dan murid saat upacara. Ini jelas tidak layak ditonton karena guru adalah orang tua murid di sekolah. Bila ini dibiarkan berarti paham liberal telah merongrong karakter imtaq pelajar. Mau dibawa kemana arah pendidikan kita ini?

Banyak fakta generasi muda termasuk pelajar sekarang yang ikut geng motor, seks bebas, narkoba, dan lgbt disebabkan ketidakpahaman mereka terhadap ajaran agamanya. Dengan agenda yang direncanakan mendikbud jelas ada upaya mengaruskan ide kebebasan berperilaku pada pelajar. Kita tahu dalam kesehatan pun bila otak anak yang sudah penuh dengan informasi fakta seks maka akan mempengaruhi perilaku mereka untuk memenuhi naluri seksualnya . Dalam liberalisme fakta free seks adalah hal yang biasa sedangkan Indonesia yang mayoritas muslim akankah mengikuti kiblat gaya hidup liberalisme yang sarat dengan kebebasan?

Kebijakan penguasa harusnya melindungi rakyatnya dari hal-hal yang merusak bukan malah memfasilitasi. Harus ada kesadaran semua elemen pendidikan yaitu orang tua, masyarakat dan sekolah untuk saling mendukung demi terwujudnya tujuan pendidikan nasional. Hanya kembali pada aturan sang penciptalah kondisi buram pendidikan kita bisa hilang. Kita lihat peradaban kegemilangan islam melahirkan sosok yang mempunyai sains dan imtaq. Mereka memiliki karakter yang luar biasa tangguh belajar sains untuk kemuliaan umat semata - mata karena kecintaan pada sang pencipta. Karena itu pelajar yang tidak paham ajaran sang pencipta tidak berpikir kearah mana kehidupan yang dia jalani. Sedangkan pelajar yang paham akan ajaran agamanya dia akan memanfaatkan yang dimiliki semata-mata untuk keridhoan sang pencipta. Dia akan berkreasi, berinovasi, mencurahkan akal dan tenaganya untuk menyelesaikan hidup dirinya dan kemaslahatan umat.

*) Penulis yang beralamatkan di eny.alfiyah9@gmail.com
Sebelumnya Berikutnya