Cak Kipli saat ditemui tengah meladeni pembeli yang lain menjelaskan kalau jeroan sapi cara memasaknya salah maka hasilnya bisa keras. Diantaranya ketika proses perebusan, bukan sekedar direbus dengan durasi yang lama.

JOMBANG - Bulan Ramadan selalu identik dengan menu berbuka yang beraneka ragam. Dari yang berkuah, memiliki rasa pedas, cara memasaknya digoreng dan lain sebagainya. Belum lagi kudapan yang memanjahkan lidah dalam membatalkan puasa. 
Demikian munculnya pelbagai makanan olahan lain yang memikat untuk disantap. Salah satunya adalah Sego Babat Cak Kipli. Mungkin bagi sebagian pecinta kuliner acap kali menemukan lauk babat saat makan soto daging. Namun pengolahan babat di warung yang berada di Jalan Otto Iskandardinata Jombang (Selatan gedung DPRD) cukup di goreng kering.

Kalau pembaca menjajal sendiri, pasti sepakat bila sego babat ini juara. Bagaimana tidak selain rasa yang pas dengan lidah orang Jawa Timur ternyata juga sangat empuk. Sangking empuknya meski hanya di potong dengan sendok langsung terpisah.

Cak Kipli saat ditemui tengah meladeni pembeli yang lain menjelaskan kalau jeroan sapi cara memasaknya salah maka hasilnya bisa keras. Diantaranya ketika proses perebusan, bukan sekedar direbus dengan durasi yang lama. Melainkan harus dicampur dengan rempah-rempah seperti lengkuas, jahe, serai, dan daun jeruk. Selain membuat empuk juga mampu menghilangkan bau yang melekat.

Walaupun tajuk warungnya Sego Babat Cak Kipli, bukan melulu sajian lauknya babat saja. Tapi ada beberapa jenis jeroan sapi lain layaknya limpah, paru, usus, hati, lidah, dan jantung. Penyajiannya pun ala garingan (Jawa: Kering). Jadi, babat yang telah di goreng lantas dilengkapi sambal terasi nan pedas dan lalapan segar. Ditambah nasi pulan hangat serta taburan serundeng menambah gairah untuk segera melahap.




Penggunaan rempah yang lengkap membuat babat menjadi lebih memiliki cita rasa khas. Gurih tetapi tidak sampai keasinan. Sehingga saat perepaduan rasa asin dari lauk, pedas sambal terasi, dan dipungkasi dengan segarnya lalapan makin menggebu ingin segera menghabiskan. 

Meskipun baru sebulan terakhir buka, Sego Babat Cak Kipli sudah mampu menarik simpati penikmat kuliner di Kota Santri. Terbukti kalau biasanya buka mulai pukul 19.00 WIB sampai habis, karena bertepatan bulan Ramadhan dan menjawab permintaan pelanggan guna berbuka puasa maka sejak pukul 17.00 WIB sudah siap.

Harga seporsi Sego Babat Cak Kipli sangat bersahabat bagi semua kalangan masyarakat. Selain bisa memesan babat saja dan boleh dipadukan tetap dikenakan biaya 12.000 rupiah. Kalau kurang sambalnya juga diperkenankan menambah. Sementara minumnya harganya pun sama halnya pada umumnya.

Jangan sampai terlena hingga kebanyakan. Ingat! Potensi kolestrol bisa meningkat. Berbuka secukupnya saja, masih ada Shalat Tarawih juga.

Bagaimana tertarik mencoba, segera datang sebelum waktu berbuka menjelang. Yakin puas dan ingin tambah lagi. Apalagi bersama keluarga, makin menambah kenikmatan berbuka dengan Sego Babat Cak Kipli. aditya eko/rahmat
Sebelumnya Berikutnya