Kurangnya pengetahuan serta kesadaran tentang dampak jangka panjang kerusakan gigi membuat masyarakat menganggap jika dengan membiarkan saat sakitnya, lama-kelamaan akan sembuh sendiri.

JOMBANG – Kesehatan gigi menjadi salah satu hal sederhana yang kerap disepelekan. Kurangnya pengetahuan serta kesadaran tentang dampak jangka panjang kerusakan gigi membuat masyarakat menganggap jika dengan membiarkan saat sakitnya, lama-kelamaan akan sembuh sendiri. Padahal secara tidak sadar, penyakit tersebut hanya sembuh sesaat dan akan merambat semakin luas.

Seperti karies gigi yang banyak menyerang masyarakat Jombang, tua ataupun muda tidak menjaminan akan terhindar dari penyakit ini. Terlebih apabila orang tersebut gemar mengkonsumsi makanan berkadar manis maupun asam cukup tinggi yang akan menghasilkan bakteri di dalam mulut.

“Sebenarnya memiliki bakteri di dalam mulut itu wajar. Tetapi jika terlalu banyak, lama-kelamaan kombinasi bakteri dan air liur akan membentuk plak gigi semakin banyak dan menyebabkan kerusakan kecil pada gigi,” jelas salah satu dokter gigi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jombang, drg. Sophia M. Rohman.

Awal terjangkit karies gigi, imbuh drg. Sophia M. Rohman, penderita mungkin memang hanya merasakan gejala nyeri ringan, gigi sensitif, adanya lubang kecil serta munculnya noda berwarna cokelat atau hitam di permukaan gigi. Tanpa disadari jika tidak segera diperiksakan maka sedikit demi sedikit permukaan gigi akan semakin geripis, dengan begitu lubang dan noda juga kian membesar. Bahkan mencapai Kamar Pulpa, yaitu rongga dalam gigi berisi jaringan syaraf serta pembuluh darah.

Untuk itu orang tua harus bisa mencegah sang buah hati agar terhindar dari penyakit ini. Langkah-langkah yang bisa dilakukan sangat sederhana, laiknya perawatan klasik pada umunya yakni sikat gigi minimal dua kali sehari menggunakan pasta gigi mengandung fluorida, membersihkan sela-sela gigi dengan benang gigi setidaknya satu kali sehari, berkumur memakai air atau obat kumur seusai makan, konsumsi makanan yang baik untuk gigi, dan rutin mengunjungi dokter guna melakukan pembersihan maupun pemeriksaan gigi.

Selanjutnya apabila seseorang sudah terkena karies gigi, perawatan yang biasa dilakukan adalah membersihkan jaringan gigi dan melakukan penambalan (restorasi). Pada bagian gigi berlubang besar, dibutuhkan restorasi lebih kuat menggunakan inlay (tumpatan rigid yang ditumpatkan di antara tonjol gigi) dan onlay (rekonstruksi gigi yang lebih luas meliputi satu atau lebih tonjol gigi), atau bahkan mahkota tiruan, bergantung tingkat kerusakan.

Perempuan berkerudung tersebut menambahkan, “Sebagai orang tua harus jeli memantau perkembangan sang buah hati agar pergantian gigi selama pertumbuhan bisa berjalan lancar. Bagi orang tua sendiri jangan sampai lengah dalam menjaga keadaan giginya. Setiap asupan makanan juga harus terkontrol. Tidak semua makanan menyebabkan penyakit dalam saja, penyakit gigi juga salah satunya disebabkan oleh hal itu.” fakhruddin
Sebelumnya Berikutnya