Saksofon merupakan alat musik yang masih tergolong dalam woodwind (baca: alat musik kayu tiup) dan instrumen aerophone. Biasanya alat musik ini terbuat dari logam yang dimainkan dengan cara ditiup serta menggunakan single–reed.

JOMBANG, MSP – Pada akhir dekade 20-an, instrumen saksofon mulai digunakan dalam kancah musik jazz. Saksofon adalah hasil rancangan dan gagasan seseorang berkebangsaan Belgia pada tahun 1840 yang bernama Adolphe Sax. Ia menginginkan sebuah clarinet (alat musik tiup buluh tunggal seperti terompet) yang dapat meniupkan octave (deretan tangga nada) dalam posisi jari-jari atas (tangan kiri) dan jari-jari bawah (tangan kanan) tidak berubah.

Saksofon merupakan alat musik yang masih tergolong dalam woodwind (baca: alat musik kayu tiup) dan instrumen aerophone. Biasanya alat musik ini terbuat dari logam yang dimainkan dengan cara ditiup serta menggunakan single–reed.

Indonesia memiliki sejumlah saxophonist yang tidak bisa dipandang sebelah mata, diantaranya Maryono dan Embong Rahardjo di tahun 1980an. Kabupaten Jombang juga melahirkan saxophonist, Yoyok Muji Waluyo yang mengawali bermusik melalui gitar, merambah ke keyboard, kini saksofon ialah primadona yang dikembangkan bersama komunitas bandnya.

Hal ini membuatnya semakin getol untuk mempelajari teknik bermain dengan mengindahkan sebuah nada dari tiupan saksofon. Baginya bermain saksofon dalam setiap hembusan nafas yang ditiup menjadi jiwa penghantar makna untuk pencinta musik. Selain itu konsentrasi penuh, jeli dan teliti merupakan hal penting, sehingga kalau ingin mahir memainkannya dibutuhkan waktu belajar cukup lama, sebab itu banyak orang jarang mengusai secara utuh penggunaan saksofon.

Kesehariannya sebagai pemusik di Kota Santri ini memberikan peluang sebagai guru ekstrakurikuler musik di beberapa sekolah untuk jenjang TK, SMP dan juga SMK. Ia mengungkapkan jika awal merasa sulit menjadi guru namun setelah memiliki cara dengan menjadikan anak didiknya sebagai teman, mempermudah dirinya untuk mengajak beradaptasi dan memahami materi.

Yoyok Muji Waluyo mengakui semakin terasah kemampuannya bermain saksofon karena sering bermain bersama komunitas band-nya Jazz Jombang selama empat tahun terakhir. Rutin tiap akhir pekan dua jam berlatih sekaligus menyuguhkannya musik yang melahirkan legenda semacam Kenny G. di foodcort Ringin Conthong.

Pria yang berdomisili di Kaliwungu ini menjelaskan, “Dalam permainan alat musik ini terdapat beberapa teknik dasar yang harus dipelajari, diantaranya adalah cara memegang saksofon, posisi saat bermain, teknik pernapasan, teknik fingering (penjarian), teknik embouchure (mengatur posisi bibir dan gigi pada mouthpiece) dan teknik peniupan. Saat ini saksofon yang paling umum digunakan adalah Soprano (Bb), Alto (Eb), Tenor (Bb), dan Baritone (Eb). Saya memilih alto sebagai pendalaman musik, karena mayoritas sama dengan vokal penyanyi saat digunakan serta lebih mudah beradaptasi saat tampil.”

Sebelum memainkan instrumen dari saksofon, sebaiknya terlebih dahulu menggabungkan mouthpiece dengan reed (pipihan kayu sebagai perantara udara menjadi suara). Setelah posisi reed terpasang benar, gabungkan dengan leher saksofon. Selanjutnya teknik pernafasan yang dipergunakan sama halnya dengan pengolahan nafas bagi penyanyi.

Dibutuhkan waktu satu tahun enam bulan belajar mengolah nafas untuk mengawali sebagai saxophonist, idealnya satu hingga lima tahun mampu menguasai. Kemudian mengolah jari untuk memainkan lagu, dengan paham chord-nya dan juga belajar interval not. Selain itu tiup nada menggunakan deteksi atau tuner untuk mengetahui setiap nada tepat atau tidak ditandai dengan muncul garis hijau di setiap tiupan.

Yoyok begitu rekannya memanggil, berbagi cara selempang bagi pemula, yakni pernafasan yang baik dengan menggunakan pernafasan diafragmatis. Hal ini dikarenakan volume udara yang didapat bisa lebih besar dan kuat jika dibandingkan dengan pernafasan paru.

“Saksofon milik saya yang paling murahs dan paling ideal bagi pemula karena hingga saat ini bagi saya paling sulit menggunakan saksofon sopran sebab banyak falsetnya, jika tidak sesuai suara akan false (sumbang),” tutur Yoyok ketika di temui di rumahnya.

Proses perawatannya pun terbilang mudah namun harus telaten, cukup mengelap sela-sela tombol nada serta lekuk saksofon. Perawatan untuk penutup pet (lubang keluarnya nada) yang terbuat dari kulit hewan dalam kurun waktu dua tahun harus diganti, siapkan dana lebih kurang 1 sampai 2 juta. Sedangkan harga saksofon baru masih relatif antara13,5 juta untuk jenis alto. Paling mahal 75 juta dengan merek Selmer Paris (merek paling tua dan paling bagus).  chicilia risca
Sebelumnya Berikutnya