Tujuan utama LBB lebih mengedapankan mutu bukan profit. Kontrol secara terpusat juga memberikan kualitas yang sama di semua titik lokasi. Selain itu dengan segala fasilitas yang ada, lembaga tetap memiliki tarif harga pasti. Walaupun ada perubahan ketentuan dari pemerintah mengenai pengadaan buku, lembaga tidak akan menarik biaya tambahan. - Kepala Cabang GO Kabupaten Jombang, Siti Mariyam, S.Pd. -

JOMBANG – Bimbingan Belajar (LBB) yang menjadi salah satu alternatif pembelajaran tambahan seusai jam belajar sekolah. Kesuksesan LBB ini terbukti dari semakin menjamurnya lembaga-lembaga serupa di Kota Santri. Baik yang dikelola pihak perorangan maupun kelompok dengan sistem privat hingga bersama-sama secara klasikal. Masing-masing lembaga memiliki program unggulan sesuai metode yang digunakan.

Sejatinya, peran sekolah sebagai lembaga pendidikan utama masih belum tergantikan. Hanya saja LBB yang kerap disebut semabagai lembaga bimbel tersebut mampu hadir dengan metode lebih kreatif dan variatif. Akhirnya, banyak wali peserta didik yang mendaftarkan buah hatinya untuk memantapkan pengetahuannya di LBB tertentu.

Alhasil bimbel menjadi lahan subur bagi pebisnis di bidang pendidikan. Beragam solusi pun diberikan untuk memecahkan kesulitan belajar peserta didik. Seperti Sony Sugema College (SSC) Jombang, jalinan kedekatannya dengan peserta didik sangat erat layaknya keluarga. Berdasarkan ungkapan Kepala Supervisi SSC Jombang, Nur Jamil, S.Pd., selain itu, tawaran harga pembiayaan bimbel sesuai dengan standar fasilitasnya juga menjadi pertimbangan bagi peserta didik dan orangtua. Menyesuaikan kondisi pendapatan atau kemampuan finansial masyarakat Jombang.

“SSC yang hadir sejak tahun 2003 tersebut mempertahankan eksistensinya dengan selalu mencukupi kebutuhan dalam meningkatkan mutu pendidikan terkait persiapan ujian serta menghadapi tes Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Bagi peserta didik kelas akhir, akan mendapatkan penambahan jadwal pelajaran dengan lebih intensif. Tiga hingga empat kali dalam satu minggu. Sedangkan demi melakukan evaluasi dan pengontrolan mengenai daya pemahaman materi serta peningkatan peserta didik, maka setiap bulan juga dilaksanakan try out,” tutur Pria asal Mojokerto tersebut.

Lembaga yang memiliki 500 peserta didik dari semua jenjang ini, mengalami kenaikan dan penurunan dibeberapa masa. Mayoritas pelanggannya merupakan masyarakat dengan Sosial Ekonomi Status (SES) B, SES C dan SES D dan atau SES E. Pendapatannya rata-rata dua juta hingga lima juta rupiah setiap bulan.

Tidak hanya SSC, ada juga LBB non franchise (bisnis waralaba) Ganesha Operation (GO) yang berdiri pada tahun 2011 lalu terpusat di Bandung, Jawa Barat pun sukses bertahan di Kabupaten Jombang.

Kepala Cabang GO Kabupaten Jombang, Siti Mariyam, S.Pd. menjelaskan, “Tujuan utama LBB lebih mengedapankan mutu bukan provit. Kontrol secara terpusat juga memberikan kualitas yang sama di semua titik lokasi. Selain itu dengan segala fasilitas yang ada, lembaga tetap memiliki tarif harga pasti. Walaupun ada perubahan ketentuan dari pemerintah mengenai pengadaan buku, lembaga tidak akan menarik biaya tambahan.”

Ibu satu anak itu juga menambahkan bahwa menjelang ujian sekolah dan nasional, GO memberikan Tutorial Servise Time (TST) atau pelajaran tambahan di luar pertemuan yang terjadwal. Selain itu juga mempersiapkan intensif latihan soal ujian.

Fasilitas lain yang diberikan ialah dalam satu tahun, terdapat tiga kali pertemuan orangtua dan anak untuk memotivasi keduanya pada kegiatan Meeting on Maximizing Motivasion (M3). Hal ini bertujuan untuk mensinergikan orangtua, peserta didik dan pihak lembaga demi meningkatkan motivasi belajar peserta didik yang penuh semangat positif.

“Tren pendidikan juga harus selalu diikuti, maka guru yang ingin mendaftar harus melalui tes dari standar nasional perusahaan. Meski sedang membutuhkan guru mata pelajaran tertentu, tetap harus memenuhi kriteria dan lolos tes. Kemudian jika sudah masuk standar, calon guru tidak langsung diterima mengajar, akan tetapi diberikan diklat. Hasilnya calon guru mendapatkan tingkatan profesionalitas mengajar A, B dan atau C. Selain itu setiap bulan guru akan memperbaharui perkembangan pendidikan serta wawasan di setiap jenjang,” terang Perempuan yang sudah 13 tahun di GO ini.

Jumlah guru untuk wilayah Jombang kota saat ini 100 guru semua mata pelajaran dengan membimbing sebanyak lebih kurang 1.500 peserta didik pada semua jenjang. Sumber Daya Manusia yang terbatas tersebut diatasi dengan pelayanan digital dalam aplikasi telepon pintar sebagai keunggulan masa kini.

GO Bantu merupakan aplikasi mobile berbasis Android agar lebih mudah dalam mendapatkan layanan. Termasuk penjadwalan, absensi kehadiran peserta didik hingga informasi terbaru yang mampu di akses orangtua. Hal ini mampu mengontrol dari telepon pintarnya dalam perkembangan buah hatinya. Disisi lain pembayaran bimbel juga bisa dilakukan via online atau transfer. chicilia risca
Sebelumnya Berikutnya