“Terpenting adalah mengkontrol terus tahap perkembangan pembelajar anak didik. Jangan sampai anak merasa dipaksa, andaikan belum mampu maka harus bertahap dalam membimbingnya.” -Yunani, S.Pd.- 

DIWEK – Teduh dan nyaman. Itulah suasana yang tergambar ketika memasuki lingkungkan TK PG Cukir, Kecamatan Diwek. Lembaga yang berada di lingkungan Pambrik Gula Cukir ini terbilang sangat asri karena adanya pepohonan besar nan rindang sehingga tepat sebagai peneduh dan mendukung kegiatan pembelajaran.

Hal itu pun diakui oleh Kepala TK PG Cukir, Yunani, S.Pd. bila kesejukan yang berada disekitar lembaga sangat mendukung pembelajaran berjalan dengan lancar dan dapat diterima dengan baik oleh anak didik. Selain itu adanya fasilitas bermain dan belajar yang lengkap semakin menambah atmosfir pembelajaran benar-benar dinikmati anak didik.

“Kami juga menyediakan ruang tunggu bagi orang tua yang letaknya berbeda dengan lingkungan belajar anak didik. Lantaran menyadari bahwa kemandirian tiap anak didik berbeda-beda,” terang Yunani.

Rata-rata anak didik yang masih diantar dan ditunggu oleh orang tuanya adalah masih tergolong kelas A. Menurutnya hal itu masih wajar karena kebiasaan sebelumnya anak didik tidak pernah jauh dari orang tua. Namun seiring berjalannya waktu, kemandirian itu akan tercipta berbarengan dengan kemampuan dalam beradaptasi dengan lingkungan barunya. Sehingga kelamaan akan berani beraktifitas sendiri.

Demikian sewaktu pembelajaran selalu diupayakan seolah-olah anak sedang bermain. Bersama dengan guru yang selalu mendampingi, anak didik diajak bermain sambil disisipkan pelbagai pengetahuan tanpa disadari sebelumnya. Hal ini akan semakin mempermudah merangsang pengetahuan anak didik akan peristiwa baru yang belum pernah dilakukannya. Untuk itu setiap kenaikan kelas, anak didik diberikan kebebasan memilih kelas dan guru sesuai kehendaknya sendiri


Salah satu contoh metode pembelajaran bisa melalui teknik permainan ataupun mewarnai sesuatu benda maupun huruf. Jika diberikan pembelajaran membaca dan menulis secara konvensional kejenuhan mudah datang. Sebaliknya kalau sembari bermain yang direkam anak adalah asyiknya permainan tersebut sehingga dengan sendiri memahami huruf.

Yunani juga menagaskan, “Terpenting adalah mengkontrol terus tahap perkembangan pembelajar anak didik. Jangan sampai anak merasa dipaksa, andaikan belum mampu maka harus bertahap dalam membimbingnya.”

Lembaga yang telah ada sejak tahun 1982 ini pun memiliki beragam kegiatan pendukung untuk mewadahi potensi anak didik. Diantaranya ialah drumben dan menari. Selain diperlombakan dalam kegiatan tetentu, pasti diakhir semester ditampilkan dihadapkan wali anak didik. fakhruddin

 
Indeks :

Nama Lembaga : TK PG Cukir

Alamat : Desa Cukir, Kecamatan Diwek

Jumlah Guru : 7

Jumlah Anak Didik : 63

Jumlah Kelas : 5 (A:3, B:2)

Visi : Berprestasi, Terampil, Mandiri, Berakhlak Mulia, Cerdas dan Ceria

Misi :

· Melaksanakan pembelajaran yang berkualitas, aktif, kreatif, menantang dan menyenangkan sesuai dengan perkembangan minat dan potensi anak

· Membangun pembiasaan perilaku hidup bersih, sehat, berakhlak mulia secara mandiri

· Membiasakan anak berperilaku sopan dan santun

· Meletakkan dasar-dasar keagamaan yang kuat
Lebih baru Lebih lama