“Jika renovasi itu benar-benar terjadi, harapan dari seluruh manajemen tentunya mampu meningkatkan minat masyarakat Kota Santri untuk datang ke stadion mendukung kesebelasan PSID. Nantinya, hasil penjualan tiket dapat meningkatkan pemasukan klub yang digunakan membiayai seluruh operasional tim. Termasuk juga gaji pemain pun akan terbayar sesuai ketentuan secara lancar.” -Juliono-

JOMBANG – Keberadaan stadion menjadi sebuah magnet tersendiri bagi klub sepakbola. Baik untuk menaikkan pamornya diantara klub lain hingga mendulang massa yang besar sebagai pemasukan klub.

Terlihat beberapa klub dunia maupun Indonesia sendiri yang sukses selalu dibarengi dengan kepemilikan stadion. Walaupun diakui bila di persepakbolaan dalam negeri belum 100% kepemilikan atas nama klub, namun hal itu tetap saja membawa dampak yang menguntungkan.

Jombang yang memiliki klub sepakbola Persatuan Sepakbola Indonesia Djombang (PSID) setahun terakhir cukup menunjukkan tajinya di kasta ketiga liga Indonesia. Sehingga menggugah animo pecinta sepakbola di Kota Santri untuk mendukung. Meski tribun tidak mencukupi untuk menampung penonton, Jombang Bersatu (Jomber) begitu mereka menyebut masih setia.

Presiden PSID Kabupaten Jombang, Juliono mengungkapkan, “Untuk membantu tim meraih prestasi tentu bukan suatu perkara mudah, terdapat sejumlah kendala menghadang. Seperti halnya dari sisi perekonomian hingga infrastruktur stadion.”

Keadaan stadion Merdeka kebanggaan masyarakat Jombang yang kurang layak untuk melaksanakan pertandingan resmi, dari sisi permukaan lapangannya pun kurang rata. Begitu pula sarana prasarana lain, laiknya tribun penonton, kamar mandi hingga ruang ganti memerlukan renovasi.

Standar sarana tersebut memiliki andil cukup besar dalam mendongkrak finansial klub yang nantinya mampu mempengaruhi kualitas permainan laskar Kebokicak ini. Kenyamanan seluruh penonton ketika menikmati pertandingan, menjadi satu daya tarik masyarakat agar datang langsung mendukung tim kebanggaannya bermain. Seperti klub-klub besar di daerah lain yang memiliki suporter fanatik dengan jumlah banyak.

“Jika renovasi itu benar-benar terjadi, harapan dari seluruh manajemen tentunya mampu meningkatkan minat masyarakat Kota Santri untuk datang ke stadion mendukung kesebelasan PSID. Nantinya, hasil penjualan tiket dapat meningkatkan pemasukan klub yang digunakan membiayai seluruh operasional tim. Termasuk juga gaji pemain pun akan terbayar sesuai ketentuan secara lancar,” ujar laki-laki yang berkediaman di Kecamatan Perak tersebut.

Hanya saja, langkah tersebut belum dapat terealisasi dalam waktu dekat. Kucuran anggaran dari pemerintah daerah sangat minim, sehingga tidak memungkinkan bila digunakan untuk merenovasi stadion.

Kepala Bidang Olahraga Dinas Kepemudaan,Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Jombang, Sumarsono, M.M. mengakui, “Sebagai upaya menambah daya jual tim terhadap pemerintah daerah supaya pencairan dana semakin besar, maka PSID harus mampu membuktikan kualitas klub dengan merengguh prestasi-prestasi membanggakan.” fakhruddin
Sebelumnya Berikutnya