Pelatihan Pembuatan Media Pembelajaran Interaktif Belajar Tidak Perlu Bertatap Muka


“Berlangsungnya kegiatan pelatihan ini sangat bermanfaat untuk menambah wawasan dan kemampuan guru guna memperkaya referensi dalam membuat media pembelajaran supaya lebih variatif. Tidak hanya diikuti guru asal Kota Santri saja, berkat cepatnya persebaran informasi di dunia maya pelatihan juga diminati sejumlah mahasiswa dari kota tetangga. Seperti halnya Kediri dan Gresik.” -Samsul HS, M.MPd.-

JOMBANG – Seakan tidak mau tergerus oleh kencangnya arus perkembangan teknologi, Ikatan Guru Indonesia (IGI) Daerah Kabupaten Jombang terus bergerak menyelenggarakan pelatihan bagi guru demi meningkatkan kompetensi guna meningkatkan taraf pendidikan di Kota Santri. Salah satunya dalam segi menghadirkan variasi media pembelajaran baru supaya lebih mudah diterima peserta didik era sekarang.

Seperti halnya pelatihan pengoperasionalan perangkat lunak Microsoft Paint 3D yang dilaksanakan pada (17, 24 dan 31/4) di Aula 3 Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut menghadirkan dua pnarasumber dari SMK Negeri 3 Jombang, Amiroh, M.Kom., beserta seorang mahasiswa asal Universitas Negeri Malang, Austin Fascal Iskandar. Keduanya membagi peran dengan memberikan materi tentang pembuatan sebuah forum pembelajaran berbasis daring dan pengenalan media pembelajaran melalui perangkat lunak Paint 3D.

Ketua IGI Daerah Kabupaten Jombang, Samsul HS, M.MPd. membuka acara, “Berlangsungnya kegiatan pelatihan ini sangat bermanfaat untuk menambah wawasan dan kemampuan guru guna memperkaya referensi dalam membuat media pembelajaran supaya lebih variatif. Tidak hanya diikuti guru asal Kota Santri saja, berkat cepatnya persebaran informasi di dunia maya pelatihan juga diminati sejumlah mahasiswa dari kota tetangga. Seperti halnya Kediri dan Gresik.”

Amiroh, M.Kom selaku narasumber yang memaparkan materi seputar pembuatan forum pembelajaran secara daring mengawali pembahasan dengan memberikan pengenalan seputar keunggulan dan kelemahan dari perangkat lunak Office 360 sebagai aplikasi utama. Sekilas memang hampir sama dengan perangkat lunak yang kerap digunakan untuk mengolah kata dan angka pada Microsoft Office, tetapi Office 360 memiliki keunggulan karena dapat digunakan secara fleksibel di berbagai tempat beserta perangkat berbeda.

Berbekal kecanggihan teknologi itu, guru bisa melakukan pembelajaran interaktif secara jarak jauh tanpa harus bertatap muka langsung melalui fitur Teams. Mengenai pemberian materi dan tugas, guru akan mengunggah melalui akun guru supaya diakses seluruh peserta didik yang telah tergabung di dalam satu forum. Selanjutnya mengenai pengumpulan tugas, guru dapat memantau perkembangannya melalui laporan pada aplikasi. Sehingga mudah terdeteksi siapa yang belum dan sudah mengirim.

“Hanya saja, perangkat ini bergantung kepada akun Office 360 berdasarkan alamat surat elektronik dan kepemilikan laman website aktif sekolah. Kata lainnya, pengguna harus menghafal akun masing-masing, karena semua data tersimpan langsung pada ruang penyimpanan khusus yang ada di dalam fitur perangkat lunak,” ulas Amiroh.

Pengoperasian Paint 3D

Selanjutnya seputar pengenalan aplikasi Paint 3D juga sebenarnya hampir serupa laiknya perangkat lunak Paint yang kerap digunakan sebagai media menggambar asli bawaan dari windows. Apabila dilihat sepintas memang tersekesan memiliki kesamaan, karena pilihan opsi dan tampilannya pun sangat sederhana. Tidak seperti media pengolah gambar lainnya.

Menggunakan Paint 3D, guru dapat membuat kreasi gambar secara nyata sesuai bentuk dan keadaan sebenarnya. Sebaliknya jika menggunakan aplikasi Paint hanya mampu membuat gambar dua dimensi, maka tampak hanya satu sisi semata sehingga tidak mampu menimbulkan efek tiga dimensi dari berbagai arah. Pada akhirnya peserta didik nantianya kian bingung serta menebak-nebak bagaimana bentuk asli atas replika media pembelajaran itu.

“Sebagai dasar permulaan, guru beserta peserta pelatihan wajib mengenali setiap bagian atau fitur pada aplikasi. Tujuannya supaya guru mampu mengoperasikan aplikasi sesuai kebutuhan dan kreativitas. Jika sudah menguasai fungsi dari semua fitur, kreator akan semakin leluasa menuangkan ide-idenya tanpa hambatan tertentu,” ujar Austin Fascal Iskandar selaku narasumber berikutnya.

Kemudian, imbuh laki-laki yang juga alumni SMK Negeri 3 Jombang tersebut, sebagai poros pengubah bentuk dasar gambar dua dimensi ke tiga dimensi peserta pelatihan perlu memahami fungsi garis sumbu x, y, dan z. Bagi gambar dua dimensi hanya terdapat sumbu x serta y semata yang berguna untuk mengubah ukuran bidang gambar, sedangkan tiga dimensi ditambah sumbu z. Fungsi dari sumbu z berguna untuk memunculkan efek tiga dimensi dengan cara memutar dan bidang gambar.

Apabila sudah mampu mengoperasikan aplikasi secara lancar, guru akan mudah membuat media pembelajaran yang menarik minat peserta didik untuk tertarik menerima pelajaran tertentu. Selain itu, sebagian besar peserta didik telah memiliki telepon pintar sebagai salah satu pendukung media pembelajaran ini.

“Dampaknya, keberhasilan setiap pembelajaran dapat dintegrasikan langsung pada forum pembelajaran berbasis daring. Kemampuan peserta didik dalam menerima materi dapat terlihat dari pengerjaan tugas selama pengumpulan melalui unggahan pada fitur Team pada Office 360,” pungkas Amiroh. fakhruddin