Usia Senja Bukan Akhir Menuntut Ilmu


“Belajar di waktu muda bagai mengukir di atas batu. Belajar di waktu tua bagai melukis di atas air.”

JOMBANG –
Kata-kata tersebut merupakan petikan lirik lagu salah satu grup orkes Melayu El Suraya, pimpinan Ahmad Basuki yang sedang naik daun pada tahun 80-an. Maksud penggalan lirik lagu ini adalah memotivasi generasi muda supaya tidak menyia-nyiakan usianya hanya untuk bersenang-senang semata. Bekali masa muda dengan ilmu pengetahuan seluas mungkin supaya kelak menjadi generasi penerus yang mampu mengangkat martabat bangsa dan negara.

Namun, bukan berarti orang yang telah memiliki usia lanjut tidak memiliki kewajiban dalam menuntut ilmu. Semua mempunyai hak dan kewajiban sama selaku warga negara Indonesia. Banyak di antara generasi usia lanjut enggan menuntut ilmu karena alasan menurunnya daya ingat yang sudah tidak mampu merekam suatu hal secara baik.

Hanya saja pernyataan tersebut terbantahkan oleh Diana Patricia Pasaribu Hasibuan, seorang wanita yang sukses menempuh jenjang pendidikan Strata 3 (S-3) saat berusia 73 tahun. Kejadian itu membuktikan bahwa usia bukan lagi menjadi alasan ataupun tameng sebagai penghilang tanggung jawab seseorang dalam menimba ilmu.

Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Non Formal (PNF) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Sri Retno P, M.Si. menjelaskan, “Tidak hanya bagi masyarakat berusia lanjut saja, bagi anak yang kurang beruntung pun demikian. Oleh karena itu Bidang Pembinaan PAUD dan PNF bersama Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) terus bergerak mengajak dan memberikan edukasi kepada masyarakat supaya sadar akan pentingnya sebuah pendidikan.”

Hal itu, imbuh perempuan yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bidang Pembinaan SMP tersebut, tentunya sangat berguna dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jombang melalui kemampuan pribadinya. Minimal, mampu mengurangi angka anak jalanan ataupun orang meminta-minta yang kerap dijumpai di tempat keramaian.

Berkat kerja keras berbagai pihak, akhirnya banyak masyarakat yang semakin tergugah untuk mengenyam pendidikan di lembaga-lembaga non formal dalam naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang. Buktinya dapat dilihat melalui Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) Kelompok Belajar (Kejar) Peket B dan C terus mengalami peningkatan jumlah peserta ujian di setiap tahunnya.

“Di tahun lalu, ujian dilaksanakan serentak di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang. Tetapi saat ini, karena peserta terbilang kian banyak di setiap paketnya akhirnya USBN Kejar Paket dilaksanakan di PKBM masing-masing yang totalnya ada 34 lembaga,” ujar Sri Retno.

Ketua PKBM Yalatif Bandung, Diwek, Zainuddin juga tidak menyangkal mengenai bertambahnya jumlah peserta USBN Kejar Paket di setiap jenjangnya. Bahkan peserta ujian binaannya kini terlihat lebih percaya diri dan tidak minder atas keterlambatannya dalam menuntut ilmu. Hal itu dikarenakan penanaman motivasi serta pemahaman perihal faktor-faktor penghambat menimba ilmu tidak selalu berasal dari internal seseorang, melainkan juga berbagai kemungkinan lain yang selalu ditanamkan pendidik di setiap pertemuan mampu menumbuhkan semangat baru bagi masing-masing personal. fakhruddin