Rakor Fasilitasi Asosiasi Usaha Mikro dan Ekonomi Kreatif melalui FGD Mendorong Peran Pemerintah Daerah


Dosen Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Jombang, Chandra Sukma Anugrah, S.Kom, M.Kom yang hadir sebagai narasumber menjelaskan bahwa kemajuan teknologi informasi harus dimanfaatkan dengan maksimal oleh pelaku UMKM. Sosial media adalah platform yang tepat untuk mengembangkan usaha karena saat ini semua transaksi sudah dilaksanakan secara online. 

JOMBANG – Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Jombang yang diambil dari Dinas Koperasi dan UMKM, Potensi Sentra Industri Kecil dan Menengah pada tahun 2017 terdapat 160 buah sentra, 4.432 buah unit usaha, dan 11.928 orang tenaga kerja. Jumlah tersebut diisi dari 36 jenis bidang usaha. Belum lagi sejumlah UMKM baru yang dirintis oleh kelompok atau paguyuban pengusaha.

Berbagai macam faktor turut menentukan sebuah UMKM dapat bertahan hingga meraih kesuksesan. Selain usaha dari dalam diri usaha tersebut dukungan dari pihak-pihak lain juga turut menentukan. Salah satunya adalah dukungan dari Pemerintah Daerah (Pemda).

Memahami pentingnya hadirnya Pemda sebagai salah satu prasyarat keberhasilan dalam pengembangan UMKM Bagian Administrasi Perekonomian Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Jombang pada Kamis (14/3) menggelar Rapat Koordinasi Fasilitasi Asosiasi Usaha Mikro dan Ekonomi Kreatif melalui Forum Group Discussion (FGD) yang diikuti oleh sejumlah asosiasi dan lembaga usaha mikro yang ada di Kabupaten Jombang. Kegiatan ini juga sekaligus digunakan untuk memberikan pengetahuan kepada pelaku UMKM mengenai pemanfaatan teknlogi informasi dalam pengembangan usaha.

Dosen Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Jombang, Chandra Sukma Anugrah, S.Kom, M.Kom yang hadir sebagai narasumber menjelaskan bahwa kemajuan teknologi informasi harus dimanfaatkan dengan maksimal oleh pelaku UMKM. Sosial media adalah platform yang tepat untuk mengembangkan usaha karena saat ini semua transaksi sudah dilaksanakan secara online.

“Selain melalui sosial media, website juga bisa dimanfaatkan sebagai sarana promosi. Agar promosi melalui website dapat maksimal, pengelolaannya harus dijaga. Disamping itu, website juga memiliki pengaturannya yang terbuka namun tetap aman,” jelas Chandra Sukma.

Ketua Forum Industri Kecil dan Menengah (IKM) Jombang, Akromanudin, A.Md., Par., S.Kom., menyatakan bahwa pertemuan seperti ini sangat memberikan manfaat bagi para peserta. Kedepannya semoga pemberian materi dapat lebih menyasar pada audiens yang tepat. Tidak bersifat secara umum.

Diskusi sekaligus inventarisir permasalahan yang dihadapi oleh asosiasi UMKM dapat dijadikan masukan baik pagi pelaku juga bagi Pemda. Keduanya dapat saling mengetahui permasalahan serta jalan keluar apa yang harus ditempuh.

Permasalahan umum yang dihadapi oleh para pelaku UMKM diantaranya adalah modal, fasilitasi sarana dan prasarana, berbagai bentuk pelatihan dan keterampilan seperti pengajuan Hak Kekayaan Intelektual (HaKI), pengajuan perizinan Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), dan lain sebagainya.

“Dari hasil yang didapat semoga Pemda dapat memfasilitasi dalam pemenuhannya. Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terkait dengan kebutuhan UMKM dapat saling bersinergi dan berintegrasi agar layanan dapat berjalan lebih aktif dan efisien,” harap Akromanuddin. fitrotul aini.