Berangkat Mengajar dengan Bersepeda Meneladani Kesederhanaan dan Hidup Sehat



“Jalan termudah mengatasi keterbatasan waktu berolahraga bagi siapapun yang memiliki aktivitas padat adalah bersepeda ke tempat kerja. Selain sehat, tentunya mampu membuat seseorang menjadi lebih disiplin. Karena seseorang harus memperhatikan perkiraan waktu serta jarak tempuh supaya tidak terlambat sampai di tujuan.” -Masruchin Jinan-

KABUH – Di dalam adegan film Laskar Pelangi garapan sutradara Riri Riza yang dirilis pada 26 September 2008 lalu, guru dan peserta didik menjadikan sepeda sebagai alat transportasi utama. Adegan pada setiap cuplikan film seakan-akan mengajarkan kepada seluruh masyarakat, bahwa tidak ada batasan bagi seseorang dalam menuntut ilmu.

Tidak jauh berbeda dengan Masruchin Jinan, laki-laki yang pada bulan Desember mendatang genap berusia limapuluh tahun ini juga mengajarkan hal serupa kepada keluarganya. Selain memberikan motivasi kepada buah hatinya supaya tidak merasa gengsi atau malu terhadap kesederhanaan, berupaya menumbuhkan kesadaran perihal pentingnya menjaga kesehatan melalui kegiatan bersepeda.

“Laiknya seorang anak era dahulu, sepeda merupakan salah satu benda favorit yang diidam-idamkan. Sehingga banyak digunakan orangtua untuk memotivasi buah hatinya agar menjaga semangat belajarnya demi memperoleh sepeda sebagai hadiah atas prestasi atau kerja kerasnya dalam menuntut ilmu,” ujar laki-laki yang berkediaman di Desa Grobogan, Kabuh itu.

Selain menularkan manfaat bersepeda kepada keluarga, laki-laki yang menjadi seorang guru di SMK Negeri 1 Mojokerto tersebut juga rutin pergi ke lokasi kerjanya dengan menunggangi sepeda kayuhnya. Setidaknya dalam satu pekan, minimal tiga hari hari tertentu dipilih untuk bersepeda ke sekolah. Walaupun jarak antara kediaman dan rumahnya terhitung sangat jauh, yakni kurang lebih 41 kilometer.




Masruchin mengaku sebenarnya lebih senang mengendarai sepeda kayuhnya daripada kendaraan bermotor ketika pergi ke tempat kerja, karena merasa bugar dan pikiran menjadi segar akibat keringat yang dikeluarkan. Terlebih, aktivitasnya mengajar dari pagi hingga sore membuatnya memiliki sedikit waktu untuk berolahraga.

Laki-laki yang akrab disapa Lek Uchin itu menambahkan, “Jalan termudah mengatasi keterbatasan waktu berolahraga bagi siapapun yang memiliki aktivitas padat adalah bersepeda ke tempat kerja. Selain sehat, tentunya mampu membuat seseorang menjadi lebih disiplin. Karena seseorang harus memperhatikan perkiraan waktu serta jarak tempuh supaya tidak terlambat sampai di tujuan.”

Mulanya memang terasa berat, tetapi setelah rutin dilaksanakan akan lebih ringan dan menyenangkan. Terlebih, di tengah perjalanan kerap bertemu pesepeda lain sehingga perjalanan lebih menyenagkan dan tidak membosankan dengan sajian pemandangan tepi jalan.

Lek Uchin mengaku telah menekuni aktivitas ini sejak tahun 2012 lalu. Saat itu, sebenarnya olahraga favoritnya adalah sepakbola. Hanya saja, mengingat usia sudah tidak muda lagi membuat Masruchin memilih hobi lain yang lebih sesuai dengan kondisi fisik. Pada akhirnya di suatu kesempatan diajak seorang rekannya untuk mencoba olahraga kayuh ini dan sampai sekarang masih rutin dilaksanakan. fakhruddin