Kepala SMP Negeri 1 Jogoroto, Rudy Priyo Utomo, M.Pd mengatakan kolaborasi pentas seni ini bertujuan untuk menggali potensi peserta didik sehingga talentanya dapat terwadahi. Peserta didik dilatih untuk mengapresiasi seni melalui bahasa dan menumbuhkan pengembangan karakter.

JOGOROTO – SMP Negeri 1 Jogoroto mengemas ujian praktik yang berbeda, yakni dengan mengkolaborasikan Mata Pelajaran Seni Budaya dan Bahasa Indonesia lewat pagelaran seni. Pada ujian praktik ini, peserta didik secara berkelompok menampilkan beragam pentas seni drama dengan cerita yang berbeda-beda sesuai dengan tema yang mereka pilih.

Kepala SMP Negeri 1 Jogoroto, Rudy Priyo Utomo, M.Pd mengatakan kolaborasi pentas seni ini bertujuan untuk menggali potensi peserta didik sehingga talentanya dapat terwadahi. Peserta didik dilatih untuk mengapresiasi seni melalui bahasa dan menumbuhkan pengembangan karakter.

“Ujian praktik dilakukan peserta didik kelas IX tampil secara bergiliran. Satu kelasnya dibagi menjadi dua kelompok. Per kelompoknya terdiri dari 16 anak dan setiap harinya terdapat dua kelas yang mendapat giliran pentas,” jelas Rudy Priyo Utomo.

Laki-laki yang akrab disapa Yoyok tersebut sangat mengapreasi kegiatan tersebut. Pasalnya masih jarang sekolah yang mengadakan kegiatan ujian seperti di lembaganya. Disisi menunjang nilai akademis dan non akademis peserta didiknya, guru yang tergabung dalam pembelajaran itu juga sangat hebat karena membuat ide tersebut. Tidak sedikit yang rela meluangkan waktunya untuk membimbing peserta didik diluar jam pelajaran untuk mempersiapkan pentas seni.




Sementara itu guru Seni Budaya SMP Negeri 1 Jogoroto, Ellin Sri Sundari, S.Pd. mengatakan, “Peserta didik sangat antusias meski harus bekerja keras beberapa hari untuk mempersiapkan diri. Tema ceritanya ditentukan sendiri oleh masing-masing kelompok. Kuncinya harus paham tentang ceritanya dan membuat alur sendiri. Itu juga menjadi salah satu kriteria dalam penilaian.”

Ellin Sri Sundari menambahkan bahwa ceritanya tidak harus sesuai dengan pakem yang ada, namun peserta didik dapat membuat latar cerita sendiri yang dikemas dengan era modern. Menurutnya jika sesuai dengan pakem akan kesulitan dan waktu untuk latihan tidak mencukupi.

“Dengan belajar drama banyak hal dapat dipetik peserta didik. Peserta didik akan lebih berani tampil di muka umum, memiliki rasa kerja sama dan gotong royong, mengembangkan kreatifitas, serta mempu mengatur waktu dengan baik, dan meningkatkan kebersamaan antar kelas,” paparnya.

Ujian praktik yang dikemas lewat kolaborasi pentas seni ini untuk memberikan hiburan bagi peserta didik saat menjalani ujian praktik serta memberikan pertunjukkan yang mengandung tuntunan. Pesan yang disampaikan lewat pentas seni ini tentunya mengandung moral. Seperti saling menghargai, saling mengapresiasi.

Ellin Sri Sundari berharap, melalui ujian praktek pentas seni dan budaya yang berkolaborasi dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia ini para peserta didik dapat mengingat budaya Indonesia dengan harapan dapat diwariskan pada generasi berikutnya. Disamping itu dengan adanya kegiatan tersebut peserta didik lebih terlatih dan terbiasa untuk menggelar acara pentas seni dan budaya sehingga dapat diwarisi kepada generai berikutnya. aditya eko
Sebelumnya Berikutnya