Arfian Yoga Pratama Juara dari Belantara Hutan


“Saya suka matematika karena paham, mudah dan menantang” - Arfian Yoga Pratama -

PLANDAAN – Di dalam sebuah ruangan kelas, Arfian Yoga Pratama terlihat asyik bermain bersama teman sebayanya. Canda tawa terdengar hingga ke luar ruangan yang juga merupakan tempat dia mengenyam pendidikan. Tampaknya kegiatan pembelajaran telah usai dan waktunya istirahat. Arfian Yoga Pratama merupakan salah satu peserta didik di SDN Pojok Klitih 1 Kecamatan Plandaan.

SDN Pojok Klitih 1 sendiri merupakan sekolah yang berada do wilayahnya pelosok hutan dan terletak di ujung Barat Kabupaten Jombang. Arfian panggilan akrabnya itu saat ini berusia 11 tahun. Dia duduk di bangku kelas V. Tubuhnya tidak terlalu tinggi, tidak pula terlalu pendek. Warna kulitnya kuning langsat seperti orang Indonesia kebanyakan.

Namun, yang membedakan ialah otaknya yang ‘encer’ dibanding anak seusianya. Matematika merupakan mata pelajaran favoritnya. Guru-guru yang mengajar di sekolahan tersebut mengakui bahwa Arfian merupakan anak yang cerdas. Bahkan, tidak jarang dirinya membantu menjelaskan kepada peserta didik lain terkait pelajaran matematika.

Baca Juga : Kumpulan Puisi Membaca Santri

“Saya suka matematika karena paham, mudah dan menantang,” ujarnya saat berbincang dengan reporter Majalah Suara Pendidikan.

Arfian Yoga Pratama merupakan anak dari keluarga sederhana dari pasangan Zaenal Arfianto dan Ernawati. Ayahnya bekerja sebagai kondektur bus di Sidoarjo dan ibunya adalah buruh tani dan sehari-hari tinggal di Dusun Klitih. Ayah Arfian biasanya pulang satu bulan sekali, terkadang jika di rumah juga menjadi buruh tani. Arfian mengatakan selama ini dirinya sama sekali tidak mengikuti kegiatan les atau tambahan belajar.

“Saya belajar sendiri di rumah. Terkadang kalau malam hari didampingi ibu, tetapi kalau beliau sedang lelah ya saya belajar sendiri,” katanya.

Kecerdasannya semakin terlihat saat meraih Juara 2 Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat SD Se Kabupaten Jombang untuk mata pelajaran Matematika. 66 peserta bersaing untuk menang, tidak terkecuali Arfian. Dia mampu menjuarai setelah mengalahkan peserta didik dari sekolah yang lebih mapan serta memiliki fasilitas belajar yang mencukupi dibanding sekolahnya.

“Seleksi pada tingkat kecamatan, saya lolos 10 besar dengan peringkat pertama. Selanjutnya, saya beserta 10 teman yang lain dilakukan secara intensif di Wilayah Kerja (Wilker) Pendidikan Kecamatan Plandaan,” terang Arfian Yoga Pratama

Bersaing dengan peserta didik dari 20 kecamatan, hanya satu anak dari Kecamatan Plandaan yang lolos enam besar tingkat kabupaten. Arfian mendapat peringkat ke-6 atau terbawah. Enam peserta didik terbaik ini lalu mendapat pembinaan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang.

Setelah lima hari mengikuti pembinaan, enam peserta didik tersebut kembali diseleksi untuk diambil tiga besar. Hasilnya, Arfian yang sebelumnya peringkat keenam, pada seleksi akhir menempati peringkat kedua dan berkesempatan mengikuti OSN tingkat provinsi.

Arfian menyukai Matematika sejak dirinya duduk di kelas III. Berawal dari kurang fahamnya mengerjakan soal Matematika lalu berusaha dengan keras dalam penyelesaiannya dan mempelajari rumus, dari situlah membuat tertarik dengan mata pelajaran tersebut. Namun dia mengaku bahwa dirinya lemah di bagian Kombinatorika dan Pangkat 2019.

“Saya benar-benar berusaha agar dapat menyelesaikan soal tersebut. Alhamdulillah dukungan dari guru dan bapak kepala sekolah sangat besar agar nanti saya dapat mengikuti OSN ke tingkat selanjutnya. Saya sangat berterima kasih,” syukur Arfian ketika ditemui di sekolahnya. aditya eko