“Yayasan ini hadir sebagai bentuk kepedulian atas pendidikan sejak dini yang sangat penting untuk dilalui, serta menjawab bahwa pendidikan tidaklah mahal. Sejak berdirinya yayasan tahun 2009, seluruh anak didik yang mendaftar memperoleh seragam gratis.” - Kepala TK Berdikari, H. Fathulloh HS, S.Pd. –

MOJOAGUNG – Menempuh pendidikan yang setinggi-tingginya tentu menjadi hak setiap orang. Stigma sekolah mahal dan tidak mampu dijangkau oleh semua kalangan masyarakat secara perlahan mampu ditepis. Salah satunya berdirinya lembaga TK Berdikari, Mojoagung guna menjawab alasan tersebut.

Kepala TK Berdikari, H. Fathulloh HS, S.Pd. menyatakan, “Yayasan ini hadir sebagai bentuk kepedulian atas pendidikan sejak dini yang sangat penting untuk dilalui, serta menjawab bahwa pendidikan tidaklah mahal. Sejak berdirinya yayasan tahun 2009, seluruh anak didik yang mendaftar memperoleh seragam gratis.”




Pria yang kerap disapa Abah ini juga menambahkan, walaupun sebagai lembaga yang berada di desa serta Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) kecil, tetapi kualitas dan fasilitasnya cukup baik (maksimal). Sehingga jika disandingkan dengan lembaga lain yang berada di tengah kota pun akan sebanding.

Baca Juga : Arfian Yoga Pratama Juara dari Belantara Hutan

Terdapat visi lembaga yang menjadi tolak ukur pelaksanaan belajar. Melalui ‘Terwujudnya anak didik yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, cerdas, aktif, kreatif, dan inovatif’, maka sebagai wujud realisasinya secara bersama seluruh elemen pendukung terarah pada pengembangan yang bersifat fleksibel sesuaikan kebutuhan anak didik saat ini. Namun yang menjadi hal utama ialah pendekatan serta pembentukan karakter yang dibina melalui serangkaian tema pembelajaran.

“Melihat kualitas, lembaga sangat mengedepankan pendidikan karakter anak didik. Diantaranya ialah kegiatan keagamaan, hiburan, dan juga akademik. Pada kegiatan keagamaan, secara rutin anak didik diajak untuk praktik salat yang pandu oleh guru kelas. Kemudian hiburan, yakni difokuskan ke ekstra drumband yang tergolong baru dua bulan diadakan dan dilatih oleh guru lembaga. Selanjutnya akademik dengan pemberian materi menggambar serta mewarnai,” terang Fathulloh HS.



Dalam ketercapaian kegiatan keagamaannya, anak didik diharapkan mampu mempraktikkan salat secara mandiri, pengucapannya yang lantang dan hafal disetiap penggal doa. Melalui mimik wajahnya setiap anak didik mengeskpresikan ujub doa yang dilafalkan, sambil mengingat gerakan salat.

“Tidak kalah membanggakan ialah pada saat proses belajar drumband. Pasalnya dengan alat dan baju yang baru kami beli dua bulan lalu, pemahaman serta antusiasme anak didik sangat luar biasa dan mampu menyerap metode permainan dengan cepat. Setiap bagian komponen alat drumband mampu dipraktikkan secara bersama. Sehingga terlihat kolaborasi sangat bagus ketika musik sudah dialunkan. Gerakan memukau para colour guard atau penari pembawa bendera mengibarkan dengan alunan tangan yang senada tempo lagu,” jelas Bendahara Yayasan Berdikari, Hj. Sih Komariyati, S.Pd.



Lembaga yang beralamat di Dusun Jetis, Desa Mancilan, Mojoagung ini memiliki tiga Rombongan Belajar (Rombel). Saat ini tahun pelajaran 2019/2020, TK Berdikari memiliki lebih kurang 80 anak didik yang terbagi atas TK A dan TK B.

Guru TK B, Puji, S.Pd. menerangkan, “Melihat antusiasme inilah wali anak didik tidak perlu meragukan serta kuatir akan keamanan buah hatinya saat jauh dari jangkauan. Sebab lembaga sudah sangat nyaman dengan pagar besi yang mengelilingi area lembaga. Fasilitas lainnya ialah area permainan anak yang bervariasi seperti jungkat-jungkit, ayunan, dan mini playground.” chicilia risca
Sebelumnya Berikutnya