Ketua panitia penyelenggara, Devi Novianti, S.Pd.I memaparkan, “Berdasarkan data peserta karnaval, terdapat 33 lembaga Se Kecamatan Diwek yang berpartisipasi. Masing-masing lembaga mengirimkan semua anak didiknya untuk memeriahkan acara. Walaupun dilaksanakan di siang hari, tetapi tidak mengurangi semangat seluruh peserta bersama pasangan kartininya, yaitu sang ibundanya sendiri.”

DIWEK – Ketika mendengar nama Raden Ajeng (RA) Kartini, seketika langsung terlintas tentang di benak setiap orang mengenai kegigihannya dalam memperjuangkan status kesetaraan kaum perempuan di masa lampau. Berkat perjuangan perempuan kelahiran Jepara, Jawa Tengah tersebut, kini perempuan tidak lagi dipandang sebelah mata. Bahkan banyak yang sukses memiliki andil besar dalam roda pemerintahan, laiknya Bupati Jombang, Hj. Mundjidah Wahab.

Berkenaan akan hal itu, di setiap lembar ke 21 pada bulan April selalu dihiasi beragam kegiatan yang dilaksanakan sejumlah lembaga atau kelompok tertentu dengan tujuan untuk meneladani kegigihan RA Kartini. Laiknya Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (Himpaudi) Kecamatan Diwek yang menyelenggarakan karnaval ibu dan anak tingkat Tempat Penitipan Anak (TPA)/KB pada (23/4).

Ketua panitia penyelenggara, Devi Novianti, S.Pd.I memaparkan, “Berdasarkan data peserta karnaval, terdapat 33 lembaga Se Kecamatan Diwek yang berpartisipasi. Masing-masing lembaga mengirimkan semua anak didiknya untuk memeriahkan acara. Walaupun dilaksanakan di siang hari, tetapi tidak mengurangi semangat seluruh peserta bersama pasangan kartininya, yaitu sang ibundanya sendiri.”



Selain sejumlah pengurus Himpaudi kecamatan, karnaval juga turut dihadiri Ketua Himpaudi Kebupaten, Camat beserta Kepala Desa, Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) setempat, Koordinator Wilayah Kerja Dinas Pendidikan Kecamatan Diwek, dan Penilik PAUD-PNF Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang.

Acara semakin meriah ketika panitia mulai memberangkatkan peserta karnaval. Terlebih, peserta tidak hanya mengenakan beragam baju kreasi semata, di awal dan tengah barisan terdapat sajian dua kelompok drumben lembaga KB yang mampu menarik perhatian seluruh pengunjung. Alhasil, selama pelaksanaan karnaval, masyarakat sekitar kian ramai memadati lapangan.

“Demi menjaga kondisi anak didik, panitia telah menyiapkan rute yang tidak terlalu jauh. Cukup dimulai dari lapangan dan berjalan mengelilingi desa setempat hingga menuju lokasi finis di tempat keberangkatan awal,” ulas perempuan yang juga menjadi Kepala KB Darul Muttaqien Bulurejo, Diwek.

Di luar penanaman karakter mandiri bagi sang buah hati terkait karakter RA Kartini, berlangsungnya karnaval memberikan dampak positif terhadap anak didik dan sang bunda. Melalui kegiatan ini, hubungan keduanya tentu semakin membaik serta saling bekerja sama satu sama lain. Sehingga meningkatkan ikatan kekeuargaan. fakhruddin
Sebelumnya Berikutnya