Berbagi Seni Menjaring Bakat Seni Pelajar


“Harapannya dapat menumbuhkan pegiat-pegiat seni yang juga peka terhadap kondisi sosial di sekitarnya,”Bagus Raditya.

JOMBANG – Siapa yang menyangka bahwa obrolan santai di warung kopi yang sesekali diselingi dengan candaan di tengah-tengah asyiknya bermain game online justru memunculkan sebuah gagasan besar. Ditemani dengan secangkir kopi sekelompok anak muda menelurkan sebuah kegiatan yang diharapkan dapat mewadahi sekaligus memberikan ruang dan apresiasi kepada pecinta seni di Kabupaten Jombang.

Diinisiasi oleh Bagus Raditya dan beberapa orang temannya, ide untuk menggandeng anak-anak khususnya peserta didik yang memiliki bakat dan kegemaran dalam bidang seni akhirnya diwujudkan dengan serius. Mereka kemudian membentuk sebuah komunitas yang kemudian disusul dengan menggelar sebuah mini pertunjukan yang bertajuk Berbagi Seni.

“Berbagi Seni ini lahir karena memang kepedulian terhadap peserta didik yang memiliki bakat kesenian. Keseniannya boleh berupa kesenian tradisional hingga modern. Akan kami coba wadahi semuanya,” jelas Koordinator Komunitas Berbagi Seni, Bagus Raditya.


Baca Juga : Seminar Wawasan Kebangsaan, Pemuda: Kekuatan Bangsa

Bagus Raditya kemudian menambahkan Berbagi Seni selanjutnya tidak hanya menjadi sebuah komunitas tempat berkumpul para peserta didik yang memiliki bakat seni, melainkan juga memberikan waktu juga kesempatan pada mereka untuk menunjukkan bakat yang dimiliki. Secara berkala dan bergantian, komunitas akan menggelar sebuah mini pertunjukan di ruang terbuka yang diperuntukkan baik untuk anggota atau pada pihak lain yang ingin bergabung dan mengisi acara.

Selain sebagai wadah untuk menunjukkan bakat, Berbagi Seni juga diharapkan menjadi komunitas yang menumbuhkan rasa kepedulian sosial. Hasil sumbangan yang didapatkan dari penonton pertunjukan sepenuhnya disalurkan pada lembaga atau pihak yang membutuhkan bantuan.




“Karena seluruh pendapatan diserahkan ke pihak yang membutuhkan, maka baik panitia maupun pengisi acara tidak akan mendapatkan upah khusus,” terang Bagus Raditya. 

Saat disinggung tentang siapa saja yang bisa bergabung dengan Berbagi Seni dan menunjukkan bakatnya, laki-laki yang masih duduk di kelas XII SMA itu menjelaskan bahwa untuk saat ini pihaknya masih berfokus pada peserta didik khususnya di jenjang SMA. Dia ingin teman-teman sebayanya tidak ragu untuk menunjukkan bakat dan minatnya di luar jalur-jalur formal yang selama ini telah ada. Jika pertunjukan perdana yang diselenggarakan pada Sabtu (22/6) mendapat sambutan positif dari masyarakat, maka tidak menutup kemungkinan komunitas Berbagi Seni mengembangkan diri merangkul peserta didik dari jenjang SMP bahkan SD.

Dalam pengembangan kegiatannya, Bagus Raditya juga menuturkan bahwa dia dan teman-temannya tidak segan untuk berkonsultasi melibatkan para penggiat seni di Kabupaten Jombang. Tujuannya agar bisa semakin banyak jenis kesenian yang dapat terfasilitasi.

“Harapannya semoga dapat menumbuhkan pegiat-pegiat seni baru di kalangan pelajar Jombang. Agar beragam jenis kesenian di Jombang dapat berkembang semakin besar. Di sisi lain, kami juga ingin, melalui kesenian kami juga menumbuhkan kepekaan sosial dengan memberikan bantuan kepada orang-orang yang memang sangat layak untuk mendapatkannya. Kami optimis, komunitas ini dapat bertahan lama dengan dukungan dari berbagai pihak. Untuk itu, saat ini selain merintis kegiatan kami juga bergegas untuk melakukan regenerasi,” jelas Bagus Raditya. fitrotul aini.