Novel karangan Salma Maydinah, gadis yang masih duduk di kelas VIII-A SMP Muhammadiyah 1 Jombang ini menceritakan seorang anak perempuan SMA yang berada di salah satu kota besar di Indonesia.
 
Identitas Buku

Judul Buku : NAGA

Penulis Buku : Salma Maydinah

Penerbit Buku : CV. Literasi Indonesia

Tahun Terbit : 2019

Cetakan : I

Tebal Buku : 90 halaman

ISBN : 978-602-0755-74-8

Sinopsis Novel Naga

Novel karangan Salma Maydinah, gadis yang masih duduk di kelas VIII-A SMP Muhammadiyah 1 Jombang ini menceritakan seorang anak perempuan SMA yang berada di salah satu kota besar di Indonesia. Namanya adalah Nadya. Sosok Nadya yang digambarkan di novel ini merupakan gadis cantik yang tinggal bersama kedua orangtua dan kakaknya, Kevin. Mereka adalah keluarga kaya, namun dalam kesehariannya Nadya sering diperlakukan kurang baik oleh keluarganya. Nadya tidak menghiraukan hal itu, karena baginya perlakuan tersebut merupakan pembelajaran bagi Nadya dan dia pun ingin mengabdi kepada orangtuanya karena sudah merawatnya selama ini.

Baca Juga : KB Ar Rohman Lahir dari Permainan Tradisional


Dilingkungan sekolahnya, Nadya mempunyai dua sahabat yang bernama Natasyaa dan Dealova F. Mereka adalah teman satu kelas. Persahabatan mereka sangat erat dan saling membantu ketika ada salah satu dari mereka ada masalah dan lain sebagainya. Pada suatu ketika geng Nadya bertemu dengan geng Arga (laki-laki yang pernah satu kelas dengan Nadya pada saat kelas X). Arga juga mempunya dua sahabat yaitu Viko dan Radit.

Karena sering ketemu, Viko dan Dealova F memendam perasaan suka dan akhirnya mereka berpacaran. Kemudian disusul oleh Radit dan Natasyaa, mereka pun juga menjalin kasih. Namun tidak untuk Nadya dan Arga, meski mereka juga memiliki perasaan yang sama tetapi tidak langsung berpacaran. Singkat cerita, karena mereka sering jalan berdua maka Nadya dan Arga pun mulai berpacaran.

Kevin, kakak Nadya juga satu sekolah dengannya. Kevin duduk di kelas XII. Pada suatu hari di sekolah, Nadya menemui kakaknya Kevin sedang berkelahi dengan temannya. Nadya melerai kakaknya agar tidak terjadi hal buruk. Merasa adiknya ikut campur dengan masalahnya, Kevin pun marah dan mengancam Nadya agar tidak menceritakan kejadian tersebut ke orangtua mereka. Namun sesampai dirumah, kejadian di sekolah diketahui oleh orangtua mereka. Kevin beranggapan bahwa Nadya yang mengadukannya. Kakaknya marah besar kepadanya dan Kevin mengatakan hal yang tak terduga bahwa Nadya sebenarnya bukan anak kandung dari orangtua Kevin. Karena itulah keluarganya selama ini memperlakukan dirinya kurang baik.

Mendapati kenyataan bahwa keluarga kandung Nadya telah dibunuh dan rumahnya dibakar oleh keluarga angkatnya dan karena diusir juga dari rumah, sontak Nadya angkat kaki dari rumah tersebut dan tinggal disebuah apartemen. Meski dilanda permasalahan yang berat, sahabat-sahabat dan Arga selalu menghibur dan menemani Nadya setiap saat.

Akhir cerita, keluarga angkat Nadya mengelami kecelakaan dan masuk rumah sakit. Meski rasa sakit yang dirasakan Nadya selama ini, dia tetap ingin mengunjungi keluarga yang sudah membesarkannya tersebut. Kevin hanya luka ringan, tetapi papa dan mamanya mengalami koma. Setelah sadar dari komanya, mereka pun meminta maaf kepada Nadya tentang perbuatannya. Karena kebesaran hati Nadya, dirinya pun memaafkan kesalahan yang mereka perbuat. Parahnya luka yang mereka alami membuat orangtua angkat Nadya meninggal. Dan akhirnya Kevin dan Nadya tinggal bersama dengan keluarga Martin yang juga sebagai keluarga dari keluarga kandung Nadya.

Unsur Interinsik

Tema yang tersirat dalam novel ini adalah tentang kebaikan hati dan ketabahan seorang gadis muda dalam menerima kenyataan. Selain itu arti sebuah persahabatan bagi mereka adalah merangkul, melengkapi dan memperbaiki. Uniknya lagi, cerita ini dikombinasikan dengan kisah percintaan.

Latar tempat novel ini adalah rumah, sekolah, pusat perbelanjaan, pantai. Latar waktunya pagi hingga malam, sedangkan untuk latar suasananya adalah menyenangkan, romantis dan mengharukan. Novel ini menggunakan alur campuran.

Ceritanya menarik, penuh semangat, kebersamaan, dan petualangan. Penulis menggunakan bahasa yang mudah dimengerti dan alur ceritanya tidak membosankan. Sehingga pembaca sangat tertarik untuk membaca novel ini sampai halaman terakhir.

Akhir cerita pada novel ini berakhir dengan happy ending tetapi masih sedikit menggantung dan terasa begitu dipaksakan. Selain itu untuk budaya membawa mobil ke sekolah juga terkesan menggambarkan keglamoran di sekolah yang masih jenjang SMA. aditya eko
Sebelumnya Berikutnya