Arroyan Auradinata peserta didik asal SDN Plandi I Jombang ini telah beberapa kali memenangkan lomba atletik jarak 80 meter. Terakhir, dirinya mendapat juara 1 pada ajang Kejuaraan Daerah Pelajar Atletik Kabupaten Jombang tahun 2019.

JOMBANG – Berlari sprint, atau lari dengan kecepatan tinggi dalam waktu yang singkat, dapat menjadi aktivitas yang menggembirakan dan menyenangkan. Tetapi untuk menjadi sprinter yang baik, bukan sekadar mengeluarkan energi dan mencoba menggerakkan kaki dengan cepat. Agar benar-benar ahli dalam sprint, kedisiplinan dengan mengikuti rutinitas latihan secara teratur perlu dilakukan. Selain itu, memastikan bahwa berlari dengan cara penggunaan energi yang efisien, dan tubuh juga dalam kondisi yang baik secara keseluruhan. Dalam kombinasi ketiga faktor ini dapat berarti tercapainya kecepatan yang mungkin tidak pernah dibayangkan bahwa kita mampu melakukannya.

Hal tersebutlah yang dilakukan oleh Arroyan Auradinata. Peserta didik asal SDN Plandi I Jombang ini telah beberapa kali memenangkan lomba atletik jarak 80 meter. Terakhir, dirinya mendapat juara 1 pada ajang Kejuaraan Daerah Pelajar Atletik Kabupaten Jombang tahun 2019 yang berlangsung di Stadion Merdeka Jombang, pada tanggal 16-17 Oktober 2019.

“Kemarin itu tercatat waktu 10,41 detik di final 80 meter altletik putra. Alhamdulillah saya mendapat Juara 1. Di ajang perlombaan sebelumnya saya juga pernah mendapatkan Juara 1 tingkat kecamatan pada ajang O2SN, dan mendapat juara Harapan 2 di tingkat kabupaten pada tahun lalu,” papar laki-laki yang kini duduk di bangku kelas VI tersebut.

Baca Juga :
Peringati Hari Pahlawan Napak Tilas Perjuangan Pahlawan

Kecintaannya dalam olahraga lari cepat ini, Dia tekuni sejak dirinya masih duduk di kelas IV Sekolah Dasar. Berawal dari kelincahannya dalam bermian bola voli, bakat berlarinya ditemukan oleh salah satu guru olahraganya. Sejak saat itu Arroyan Auradinata diminta mengasah lari cepat dan diikutkan pada beberapa perlombaan atletik.

“Awalnya saya juga tidak yakin. Namun karena sering latihan dan merasa bahagia saat melaksanakan lari cepat, akhirnya saya bertekat untuk menekuni olahraga ini. Hingga pada perlombaan pertama saat kelas IV saya masih belum mendapatkan juara dan akhirnya saya menangis,” kata anak ke dua dari pasangan Abdul Munir dan Karyani ini.

Dirinya mengungkapkan banyak faktor yang dilalui olehnya pada saat itu, kurangnya latihan dan pemanasan membuatnya kurang maksimal dalam perlombaan tersebut. Kram pada kaki juga mengurangi kecepatannya dalam berlarinya karena menahan sakit. Karena kejadian tersebut, kini laki-laki yang juga hobi bermain bola voli itu selalu berlatih dengan tekun setiap hari. Pasalnya Arroyan Auradinata selalu melakukan latihan pada pagi hari setelah Salat Subuh dan sore hari.

“Kalau sore saya juga dilatih oleh seorang guru juga dengan beberapa teman. Terkadang kami sering berlatih dengan para atlet lain untuk sekedar melihat kemampuan kami. Di situ juga diajarkan pemanasan yang tepat sebelum lari agar tidak kram dan mengatur pola makan juga,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala SDN Plandi 1 Jombang, Indriati, S.Pd mengatakan bahwa dirinya sangat bangga dengan prestasi yang didapatkan oleh peserta didiknya. Indriati bersedia memfasilitasi para atletik-atletik yang berada di sekolahnya. Pendampingan sampai mendatangkan pelatih juga kerap ia lakukan untuk mengembangkan bakat peserta didiknya.

“Seperti halnya Arroyan Auradinata ini, bakatnya memang sudah terlihat dari dahulu. Dari segi posturnya juga sudah mumpuni. Postur tubuh yang baik dan benar saat berlari dapat meningkatkan kecepatan lari di lintasan. Postur yang bagus bisa menambah waktu berlari, postur tubuh sempurna bisa mengurangi risiko cedera,” tambah perempuan yang juga hobi olahraga tersebut.

Indrianti berpesan bahwa meski Arroyan Auradinata sudah kelas VI, dirinya harus mampu mengajak adik-adik kelasnya untuk semangat dalam berolahraga dan mengembangkan prestasinya. Tidak hanya di bidang akademik saja, namun bidang non akademik juga perlu ditingkatkan. aditya eko
Sebelumnya Berikutnya