Ketua panitia pelaksana lomba, Sunari mengatakan bahwa tujuannya tidak lain adalah membuat pembelajaran di kelas supaya tidak monoton dan membuat peserta didik tidak bosan materi yang disampaikan oleh pendidik. Selaian itu untuk menjawab era saat ini guru harus mampu menggunakan teknologi dalam pembelajarannya.

MEGALUH – Siang itu menunjukkan waktu pembelajaran keempat bagi peserta didik SMP Negeri 2 Megaluh. Meski kondisi badan yang lelah karena sudah melakukan pembelajaran sedari pagi dan memang kondisi cuaca yang terik di akhir tahun ini, namun suasana pembelajaran di kelas masih terlihat heboh dan mengundang perhatian setiap peserta didiknya. Ditelusuri lebih lanjut, tenyata mereka lagi asik melihat gambar dari sorotan proyektor yang ditampilkan guru.

Ya, memang waktu itu, setiap guru di SMP Negeri 2 Megaluh sedang mengadakan lomba inovasi media pembelajaran dengan menggunakan power point. Pasalnya setiap guru mata pelajaran harus menggunakan media tersebut dalam memberikan materi belajarnya kepada peserta didik yang dilaksanakan pada tanggal 19-22 November.

Ketua panitia pelaksana lomba, Sunari mengatakan bahwa tujuannya tidak lain adalah membuat pembelajaran di kelas supaya tidak monoton dan membuat peserta didik tidak bosan materi yang disampaikan oleh pendidik. Selaian itu untuk menjawab era saat ini guru harus mampu menggunakan teknologi dalam pembelajarannya.

Baca Juga : Waspadai Fobia Sekolah

“Di era serba teknologi ini, para pengajar dituntut bersifat dinamis terhadap perkembangan teknologi yang berkembang pesat. Jika sistem pengajaran yang digunakan oleh para pengajar masih bersifat konvensional, maka dikhawatirkan para peserta didik sulit berkembang dan mengikuti perkembangan teknologi di masyarakat,” tegas Sunari.

Karena ini masih kali pertama, tambahnya, yang lebih ditekankan ialah guru mampu mengoperasikan komputer dan proyektor dari awal sampai akhir. Kedua, guru harus menyiapkan materi yang akan di input ke power point dan menambahkan animasi dan video karena diharapkan medianya akan interaktif. Terpenting para guru harus mau mencobanya dahulu.

Menggunakan media pembelajaran di kelas menurut guru Bahasa Inggris SMP Negeri 2 Megaluh, Yayuk Budhi Rahayu, S.Pd, memang dirasa sangat efektif. Pasalnya sejak dirinya mulai menggunakan media tersebut empat tahun silam, membuat peserta didiknya senang dan fokus untuk belajar Bahasa Inggris. Nilainya pun jika dibandingkan dengan sebelum memakai media power point juga berbeda jauh meningkatnya.

“Memang agak sulit jika baru mengawali membuatnya. Tetapi ini kan dapat dipergunakan untuk tahun-tahun berikutnya. Tinggal kita menyesuaikan sedikit materinya dengan kondisi saat ini,” ujar Yayuk Budhi Rahayu yang menyempatkan waktu sebentar di sela jam mengajarnya.

Sebenarnya semua materi belajar dapat dimasukkan ke dalam power point, perempuan lulusan IKIP Malang yang sekarang bernama Universitas Negeri Malang tersebut menambahkan bahwa di sini guru dituntut untuk kreatif dan mampu menggunakan aplikasi tersebut dengan baik. Fitur-fitur di dalam aplikasi tersebut dapat diolah dengan mudah dan juga menarik. Untuk penentuan desain dan konsepnya bisa lihat di internet lalu meniru dan memodifikasinya.

Kepala SMP Negeri 2 Megaluh, Wiwik Astutik, S.Pd., M.MPd menerangkan bahwa saat ini sekolahnya sedang menguatkan proses pembelajaran yang berorientasi pada kecakapan Abad ke-21. Peserta didik akan memiliki keterampilan berfikir kritis dan pemecahan masalah, kemampuan berkomunikasi dan bekerja sama, kemampuan menciptakan dan membaharui, literasi teknologi informasi dan komunikasi, kemampuan belajar kontekstual serta kemampuan informasi dan literasi media.

“Dalam pembelajaran sangat dibutuhkan keterampilan Abad ke-21 yaitu bisa komunikasi, kolaborasi, berfikir kritis, pemecahan masalah, kreatif dan inovatif. Keterampilan ini nantinya bisa ditularkan kepada peserta didik,” ujar Wiwik Astutik.

Dirinya mengajak guru untuk sadar tentang tugas dan perannya sebagai pendidik. Guru mesti bisa meng-upgrade dirinya sesuai perkembangan zaman. Tidak hanya peserta didik yang dituntut untuk terus belajar, guru juga harus senantiasa meningkatkan kemampuannya agar tidak ketinggalan.

“Menjadi guru jangan sampai terlena dengan kenyamanan dan rutinitas. Guru diharapkan bisa meningkatkan kompetensi dan kapasitas dirinya untuk menghadapi tantangan pendidikan era sekarang. Misalnya ketika guru tidak menguasai teknologi informasi dan komunikasi, maka guru harus punya inisiatif untuk mempelajarinya. Terlebih, sekarang semua berbasis teknologi,” imbuhnya. 
¡ aditya eko
Sebelumnya Berikutnya