Ketua Panitia, Miftahurrohman, S.Pd. bila kegiatan ini mengambil tema Maju Bahasa dan Sastra, Maju Indonesia. Baginya Bahasa Indonesia mempunyai kedudukan besar dalam mempersatukan perbedaan.

JOMBANG - Generasi milenial seakan penuh dengan kecemerlangan modernitas, sehingga beberapa hal mendasar yang bersifat moralitas menjadi terhempas. Apalagi adanya sosial media, sangat memangkas jarak ruang dan waktu. Akibatnya, semakin bebas dalam bertutur sekaligus berprilaku sehingga menjadi kekhawatiran masa depan peserta didik jika tidak memiliki akar karakter yang kuat.

Menyadari ada degradasi tersebut, maka Gugus Sekolah IV Kecamatan/Kabupaten Jombang menggagas gerakan moral membangkitkan karakter peserta didik dengan mengambil momentum bulan bahasa dengan pelbagai perlombaan di SDN Candimulyo IV Jombang (28/10).

Diungkapkan Ketua Panitia, Miftahurrohman, S.Pd. bila kegiatan ini mengambil tema Maju Bahasa dan Sastra, Maju Indonesia. Baginya Bahasa Indonesia mempunyai kedudukan besar dalam mempersatukan perbedaan. Oleh karenanya meski dari pelbagai latarbelakang, sudah bukan lagi menjadi permasalahan.

Baca Juga : Peringati Hari Sumpah Pemuda Perbedaan Adalah Persatuan


Besar harapan ketika Bahasa Indonesia mulai populer kembali dikalangan muda sekarang ini, berikutnya keresahan soal pemahaman kebahasaan yang kurang dapat terkikis. Apalagi setelah mengetahui keelokan sebuah bahasa hingga secara filosofinya. Untuk itu media yang paling sesuai adalah dengan menggelar serangkaian lomba terkait kebahasaan.

"Terdapat ragam lomba yang dibagi menurut kelasnya. Kalau kelas kecil diantara ada lomba bercerita, cerita gambar, dan membaca puisi. Sedangkan kelas besar meliputi menulis puisi, menulis cerpen, bercerita, sekaligus pidato dengan keseluruhan peserta sebanyak 53 peserta didik, " terang Miftahurrohman.

Harapannya tentunya kemajuan bangsa ini melalui moral generasi mudanya, selain itu pada umumnya seluruh masyarakat. Menurut lelaki berpawakan tinggi ini, di era yang serba bebas dan tak terbatas kehendak untuk menonjolkan diri sendiri makin kuat. Seringkali bukan melalui prestasi, melainkan lebih menjelekkan yang lain. Tentunya jika hal ini dibiarkan maka akan berdampak buruk kedepannya.


Sementara Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S), Soedari, S.Pd. pun memiliki pandangan serupa. Ketika ide ini digulirkan praktis semua anggota K3S merespon positif. Memberikan dukungan penuh hingga ikut terlibat langsung sebagai panitia maupun dewan juri tiap perlombaan.

Soedari yang menjabat sebagai Kepala SDN Sambong Dukuh I Jombang mengatakan selain mempersilahkan menggunakan sekolah anggota K3S untuk dijadikan tempat koordinasi dan perhelatan lomba, bentuk dukungan lain tampak mau mengenakan pakaian adat dari macam-macam wilayah di Indonesia. Dengan demikian mampu untuk meneladani kepada peserta didik secara langsung.

Soedari mengakui, "Menyadari jikalau kemerosotan karakter harus dianggap serius. Andai sekedar mengeluh saja pun tak akan memberikan perubahan. Oleh karena itu, diantaranya melalui momentum hari besar nasional bisa dimanfaatkan. rahmat sulsrso nh.
Sebelumnya Berikutnya