Aplikasi SmartDesa ini memang muncul berawal dari masukan masyarakat Sidomulyo yang seringkali mengalami keterbatasan waktu untuk mengurus persuratan karena terhambat waktu bekerja. Belum lagi jika ada warga yang bekerja di luar kota.

MEGALUH – Sore itu salah seorang bapak-bapak warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Megaluh, baru saja di telepon anaknya yang kuliah di luar kota. Ia meminta untuk dibuatkan surat keterangan tidak mampu dari desa yang menjadi salah satu syarat pengajuan beasiswa.

“Lhoalah, mene wayah e panen. Piye kate nang balai desa ngurusi surat e genduk iki?”

Bapak-bapak itu bingung karena ia juga tidak mungkin minta tolong pada istrinya karena jika masa panen, istrinya pasti ikut ke sawah untuk membantunya memanen padi. Di tengah kebingungannya, lewatlah seorang pemuda desa bernama Mas Dhuha. Di masyarakat, dia dikenal sebagai pemuda yang cerdas dan giat berorganisasi. Sekarang saja dia menjadi salah satu Tim Pelaksana Inovasi Desa Kecamatan Megaluh.

“Pak, wonten nopo kok kadose bingung ngoten?”

“Oalah iki lho mas, anakku sing kuliah njaluk digaweno surat keterangan tekan deso gawe syarat beasiswa e. Lha mene aku kudu nang sawah sampe sore. Piye ya, mas?”

“Pun bingung Pak, ten deso mriki sakmenika pun saget ngurus permohonan pembuatan surat saking HP. Mboten perlu bidal ten balai deso.”

“Lho iyo ta mas? Jeneng e opo? Aku mbok diulangi.”

Baca Juga :
Merawat Karakter Melalui Bulan Bahasa

Mas Dhuha pun kemudian menjelaskan aplikasi yang dimaksud. Aplikasi tersebut bernama SmartDesa. Melalui aplikasi tersebut warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Megaluh bisa mengurus keperluan surat menyurat kependudukan serta administrasi umum dimana saja tanpa harus datang ke kantor desa. Surat-surat kependudukan yang bisa diurus pun beragam, mulai dari surat keterangan lahir untuk keperluan pengurusan akta kelahiran dan Kartu Keluarga (KK), surat pengantar pernikahan, surat keterangan tidak mampu untuk syarat beasiswa dan yang lain-lainnya.

Caranya penggunaannya pun mudah, setelah aplikasi terpasang dalam ponsel, warga yang berniat untuk melakukan pengajuan pembuatan surat harus memasukkan Nomer Induk Kependudukan (NIK). Setelahnya tinggal memilih jenis surat apa yang ingin dibuat, kemudian tinggal memasukkan informasi dari data-data yang diminta. Jika surat sudah selesai dibuat, operator desa akan memberikan informasi bahwa surat sudah bisa diambil.

“Wah yo gampang nek ngene. Gak usah bolak-balik nang balai desa. Budal mrono mung kari njupuk surat sing wes dadi.”

“Nggih Pak. Sakmeniko programipun desa. Pak Lurah pingin kepengurusan surat niku gampang. Mboten angel malih kados riyin.”

Aplikasi SmartDesa ini memang muncul berawal dari masukan masyarakat Sidomulyo yang seringkali mengalami keterbatasan waktu untuk mengurus persuratan karena terhambat waktu bekerja. Belum lagi jika ada warga yang bekerja di luar kota. Sehingga kehadiran aplikasi ini diharapkan mampu membantu sekaligus mempermudah warga dalam kepengurusan surat serta administrasi umum di desa.

Meski secara utama aplikasi SmartDesa ditujukan sebagai sarana untuk memudahkan dalam kepengurusan permohonan pembuatan persuratan terkait kependudukan dan administrasi umum, dalam perkembangannya ada tiga menu lain, yakni menu Galeri Desa, Anggaran Desa, dan Produk Desa yang bisa diakses oleh masyarakat umum.

Menu Anggaran Desa menampilkan rincian penggunaan anggaran yang diterima dan digunakan oleh desa. Menu Galeri berisi dokumentasi dan juga pengumuman terkait kegiatan-kegiatan yang akan atau telah usai dilaksanakan di Desa Sidomulyo. Sedangkan pada menu Produk Desa berisi atas usaha-usaha yang dimiliki oleh masyarakat. Beragam bentuk potensi yang dimiliki terlebih di sektor pertanian yang menjadi unggulan Desa Sidomulyo ditampilkan disana.

Atas ide inovasi yang telah diciptakan ini, aplikasi SmartDesa masuk dalam sepuluh besar nominasi Kompetisi Inovasi Desa (Sinodes) yang diadakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Jawa Timur. fitrotul aini.