SMP Negeri 1 Megaluh mencoba menerapkan dan mengembangkan gawai bersistem android untuk dipergunakan sebagai alat dalam ujian di sekolah. Kedepannya pada ujian sekolah berstandar nasional, sekolah ini selain menggunakan sistem berbasis komputer juga akan menerapkan android.

MEGALUH – Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) disebut juga Computer Based Test (CBT) merupakan sistem pelaksanaan ujian nasional dengan menggunakan komputer sebagai media ujiannya. Saat ini UNBK menjadi model ujian yang diharuskan di Indonesia. Sayangnya, untuk bisa menerapkan ujian CBT ini, sekolah harus mengeluarkan biaya mahal karena harus membuat pengadaan berupa server dan komputer client. Bagi sekolah yang memiliki anggaran banyak, ini tidak menjadi soal. Namun bagi sekolah yang kecil lagi minim anggaran, ini menjadi langkah menakutkan.

Namun sebenarnya, untuk membuat ujian berbasis komputer ini tidaklah mahal. Asalkan mau berusaha lebih keras. Mahalnya harga komputer yang dipakai untuk server dan client, bukanlah penghalang bagi sekolah. Terlebih pada era saat ini penggunaan gawai dengan sistem android lagi marak digunakan kalayak.

Menaggapi hal tersebut SMP Negeri 1 Megaluh mencoba menerapkan dan mengembangkan gawai bersistem android untuk dipergunakan sebagai alat dalam ujian di sekolah. Kedepannya pada ujian sekolah berstandar nasional, sekolah ini selain menggunakan sistem berbasis komputer juga akan menerapkan android.


Baca Juga : SmartDesa Sidomulyo Meretas Kesulitan Pengurusan Administrasi Desa

Kepala SMP Negeri 1 Megaluh, Heri Sukamto, M.Pd menjelaskan, “Ujian dengan sistem berbasis android merupakan upaya mengatasi kelemahan sekolah yang terkendala terbatasnya peralatan komputer. Saat ini sekolah kami masih melaksanakan uji coba tersebut untuk beberapa ujian, seperti ujian mata pelajaran, semester, dan tryout. Soalnya dikerjakan peserta didik menggunakan gawai.

Pada awalnya, lanjut Heri Sukamto, peserta didik memang merasa kesulitan dengan menggunakan gawai ini, karena harus mengatur beberapa cara agar bisa menggunakannya. Namun setelah diuji coba beberapa kali dan mulai beradaptasi, akhirnya peserta didik pun lancar dalam penerapannya. Penggunaan sistem android pada ujian dinilai positif karena memberi banyak manfaat dan kemudahan bagi sekolah jika dibanding ujian menggunakan metode lama yaitu kertas dan pensil.

“Manfaat yang dirasakan pada ujian berbasis android yaitu ketersediaan perangkat yang memadai, minimnya penggunaan kertas serta nilai ujian peserta didik langsung keluar setelah selesai mengerjakan soal. Sementara untuk soal guru, tinggal memasukkannya ke dalam server, selanjutnya sistem secara otomatis mengacaknya sehingga urutan soal yang dikerjakan peserta didik berbeda,” kata Heri Sukamto.

Mantan Kepala SMP Negeri 1 Plandaan tersebut mengatakan, pihaknya tidak khawatir terhadap potensi kecurangan yang dilakukan peserta didiknya, sebab saat perangkat mereka terkoneksi dengan server melalui kode tertentu, secara otomatis program lainnya tidak bisa dibuka.

“Pemanfaatan android untuk kepentingan pendidikan, merupakan langkah positif untuk mengurangi pandangan negatif terhadap penggunaan android oleh anak-anak hanya untuk bermain,” katanya.

Gunakan Aplikasi Khusus


Penerapan ujian dengan menggunakan gawai yang dilakukan SMP Negeri 1 Megaluh tidak diperuntukkan untuk peserta didiknya saja. Namun juga diimbaskan ke beberapa Sekolah Dasar (SD) yang berada di kawasan sekolah tersebut dengan mengadakan tryout. Hal tersebut diharapkan agar peserta didik SD akan terbiasa menghadapi ujian dengan basis teknologi.

Dalam kesempatan itu, peserta tryout memulai ujian dengan mengakses browser bawaan gawainya. Selanjutnya memasukkan alamat IP, username, dan password. Tepat pukul 07.00, server sekolah mulai bisa diakses dan saat itu juga, peserta tryout bisa mengakses soal ujian di gawai dengan sistem android mereka.

“Mereka pakai wifi sekolah. Server juga milik sekolah sendiri. Agar lebih memudahkan dalan ujian berbasis android ini, setiap ruangan ujian terdapat satu alat pemancar wifi yang dapat diakses lebih kurang 60 client, sedangkan satu kelas berisikan 40 peserta didik. Selain itu, koneksi wifi sekolah juga sudah dipersiapkan sebaik mungkin agar tidak terjadi gangguan,” ujar Waka Kurikulum SMP Negeri 1 Megaluh, Siswo Hardianto.

Untuk menggunakan ujian berbasis android ini, Siswo Hardianto mengatakan, tidak mengharuskan peserta didik menggunakan gawai mahal dengan spesifikasi tinggi. Peserta didik cukup menggunakan gawai yang sudah dimiliki. Semua bisa mengaksesnya, meski dengan gawai dengan minimal Random Access Memory (RAM) 512 Megabite Megabytes (MB).

“Aplikasi Exambro yang harus di instal cukup kecil, tidak sampai 5 MB. Jadi gawainya pun tidak perlu spesifikasi yang besar. Namun yang perlu diperhatikan adalah aplikasi yang terinstal digawainya cukup banyak, seperti game, harus di uninstal terlebih dahulu agar penggunaan RAM-nya maksimal,” lanjutnya.

Dalam pelaksanaan, peserta didik tinggal memilih jawaban yang sudah ada. Ini sama dengan UNBK. Server mulai aktif untuk memulai tryout sesuai jadwal yang sudah ada. Peserta tryout tidak bisa mengakses aplikasi lain bahkan meng-capture (mengambil gambar di layar gawai). Namun jika ada telepon masuk, maka secara otomatis langsung log out. Namun itu bukan masalah. Sebab, peserta didik bisa log in ulang dan soal yang sudah dikerjakan tidak hilang.

“Biasanya peserta didik mengubah mode gawainya menggunakan mode pesawat. Kemudian menyalakan wifi dan dikoneksikan. Dengan begitu tidak akan panggilan (telepon) masuk,” jelasnya.

Siswo Hardianto menyatakan, ada berbagai kemudahan ketika menerapkan ujian berbasis android itu. Lebih praktis, hemat waktu mengerjakan, hasil lebih cepat diketahui, serta memudahkan para guru. Peserta didiknya hanya perlu membawa gawai dengan sistem android miliknya untuk mengerjakan soal-soal ujian.

“Namun pihak sekolah juga telah menyiapkan laboraturium komputer untuk peserta didik yang tidak membawa gawai atau gawainya belum android. Intinya sekolah tidak memberatkan peserta didik dalam mengikuti ujian atau pembelajaran yang berbasis teknologi,” tutur Siswo Hardianto ketika mengawasi tryout. aditya eko
Sebelumnya Berikutnya