JOMBANG – Anjing sudah dikenal sebagai binatang yang mudah akrab dengan manusia. Selain menjadi penjaga rumah tentu karena kejinakannya dapat dijadikan sebagai teman. Hal itulah yang dirasakan salah satau pecinta hewan kesayangan yakni anjing, Macella Fenia.

Kedua anjing peliharaannya yang diberi nama Bruno dan Dido ini memiliki jenis berbeda. Jika Bruno merupakan perpaduan turunan dari rottweiler dan anjing domestik, sedangkan Dido turunan dari anjing jenis pitbull dengan anjing domestik.

“Saya mendapatkan anjing ini hendak disembelih (Bruno) dan menemukan berkeliaran di jalan raya (Dido) dari laporan rekan. Saya memang memelihara karena untuk menolong juga begitu menyukai hewan ini. Perawatan saya lakukan yang terbaik layaknya merawat anak kandung serta mengajaknya selalu berinteraksi dan melatihnya untuk terbiasa dengan lingkungan,” tutur Marcella Fenia.

Bruno yang saat ini berusia tiga tahun, dan Dido dua tahun. Marcella Fenia bercerita keduanya tak pernah cocok jika disandingkan dalam satu kandang, sehingga saya menyiapkan pembatas besi yang cukup tinggi bagi keduanya.

Perempuan yang berprofesi sebagai pembisnis ini mengaku jika anjing yang bernama Bruno ini terbilang garang. Anjing jenis rottweiler secara fisik memiliki tubuh kuat dan kerap dilatih untuk menjaga keamanan rumah.

“Perawatan yang saya terapkan untuk Bruno cukup diperhatikan pada asupan makanan. Terdapat pantangan baginya seperti daging ayam dan juga kulit ayam. Sebab akan merontokkan bulunya yang awalnya terindikasi seperti iritasi atau gatal. Sehingga akan terlihat beberapa sisi bagian tubuhnya seperti lapisan kulit terdalamnya. Kemudian untuk menjaga tingkat stresnya hanya dibawa jalan-jalan selama dua jam saja, sudah menghilangkan rasa bosannya,” ungkapnya.


Sedangkan perbedaan untuk jenis anjing pitbull ini semua makanan bisa diberikan. Daging sapi yang sudah dipotong dadu namun sebelumnya direbus terlebih dahulu hingga keluar kaldunya. Hanya rasa gurih dari garam dan gula saja yang biasanya diberikan, jika untuk rasa pedas tak pernah.

Perawatannya mudah layaknya anjing domestik pada umumnya. Hanya saja Marcella Fenia mendatangkan jasa perawatan untuk memandikannya setiap dua Minggu satu kali di hari Senin. Begitu juga dengan pemberian vaksin yang dilakukan rutin setiap satu bulan sekali.

“Perawatan ke dokter hewan saya pilihkan yang terbaik di Surabaya. Saya merasa cocok disana sejak memelihara tahun 2004 silam,” tuturnya.

Jika dikalkulasi untuk kebutuhan makanan selama satu bulan, dirinya merogoh kantong sebesar 500 ribu rupiah. Jumlah tersebut di luar makanan tambahan untuk cemilannya yang harganya 200 ribu rupiah.

“Kemudian untuk suntik vaksin keduanya berkisar 400 ribu rupiah. Hitungan tersebut di luar biaya konsultasi dan perawatan ketika sakit,” tutup perempuan yang sering dipanggil Cella ini. chicilia risca