JOMBANG – Berbisnis adalah cara melihat dan menemukan peluang. Itulah kata kunci yang disampaikan Kuat, pebisnis barang rongsokan yang cukup lama bertahan di Kota Santri.

Baginya, perilaku manusia yang konsumtif, terdapat kesempatan menjadi lahan bisnis. Misalnya dalam memenuhi kebutuhannya atau sekedar memuaskan hasratnya. Tetapi dalam kurun waktu lama pasti akan menjadi barang yang tidak terpakai. Nah, di situlah bisa dimanfaatkan untuk meraup untung.

“Mungkin bagi sebagian orang barang bekas dianggap kumuh atau kotor, namun ketika pengolahannya tepat saat menerima dan menyortirnya, maka akan menghasilkan rupiah,” ungkap lelaki paruh baya yang tinggal di Kelurahan Jelakombo ini.

Menjalankan bisnis tidak saja membutuhkan modal finansial. Kecakapan dalam membangun jejaring akan menentukan keberlangsungan dari bisnis itu sendiri. Secara hakikat berbisnis adalah pertautan kuat dengan jaringan.

Begitu juga soal jaringan, tak mungkin dalam berbisnis melepaskan jaringan. Justru jaringan yang terbangun dengan apik bakal mendongkrak keuntungan dengan bisnis yang dijalankan. Kuat melihat jaringan ini menjadi bagian krusial dan tidak bisa dipandang sebelah mata. Dalam bisnis apa pun jaringan akan memegang peranan penting. Seberapa baik dalam membangun dan membinanya, akan menentukan masa depan bisnis yang dilakukannya.

Contohnya yang dilakukan dalam bisnis barang bekas yang dia geluti, para pemulung (pengumpul barang bekas) dianggapnya sebagai mitra karena akan memasok. Sehingga bisa disesuaikan dengan spesifikasi yang dikehendaki dengan jenis barang bekas yang akan dihimpun. Sebab dalam berbisnis barang bekas ada ketegori layak pakai dan daur ulang.

“Jaringan atau mitra tidak berhenti di situ saja. Setelah memiliki pemasok, juga harus mencari pihak yang memang membutuhkan barang bekas tersebut. Dengan kata lain alur bisnis tetap berjalan dan terpenting adalah saling menguntungkan satu sama lain,” ungkap Kuat.

Baca Juga: Pariwisata Jombang Kembali Bergeliat

Terakhir, menurutnya, tempat yang pasti dan memperdalam wawasan. selain menjadi jujukan (Jawa: Persinggahan) juga bisa digunakan sebagai penyimpanan barang. Hal itu semakin mempermudah pelanggan yang akan mencari barang sesuai dengan kebutuhannya. Tak lupa terus menambah wawasan, lantaran dalam dunia bisnis laju perkembangan selalu berubah. Baik tren hingga harga pasarannya, jika enggan memperbarui informasi atau wawasannya maka akan tertinggal dan bisa membuat gulung tikar.

Kuat mengatakan, “Kalau dalam bisnis barang bekas seperti saya ini, keberadaan tempat yang jelas akan sangat membantu. Selain sebagai penampungan sementara, bisa digunakan pula untuk memilah barang sesuai sebelum disalurkan ke pabrik. Kalau yang lain mungkin bisa difungsikan pengolahan serta memajang produknya.”

Jangan malu memperbarui informasi, apalagi sekarang banyak sumber yang bisa dipakai. Ke depan pasti dapat memunculkan banyak ide mengembangkan bisnis.

Reporter/Foto: Aditya Eko P.
Sebelumnya Berikutnya