TEKUN! Peserta didik SDN Banjarsari antuasias mengikuti tes kognitif. (ist)

BANDAR KEDUNGMULYO – Senyum cerah dan sumringah mewarnai pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah 2026 hari ketiga di SDN Banjarsari, Bandar Kedungmulyo, Rabu (15/7/2026). Mengusung tema “Hari Baru, Aman, dan Nyaman di Sekolah”, seluruh rangkaian kegiatan dirancang tidak hanya untuk memperkenalkan budaya sekolah, tetapi juga membangun karakter, meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi, serta menumbuhkan rasa percaya diri.


Lembaga pendidikan yang memiliki branding Sekolah Nyuwargo itu berupaya membentuk karakter religius dan nasionalis sejak awal murid memasuki lingkungan sekolah. Pada pagi hari dilaksanakan Pembiasaan Pagi Budaya Sekolah. Program itu membudayakan murid untuk menghafal Asmaul Husna, membaca doa sebelum belajar, dilanjutkan dengan Tepuk 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Tepuk Nyuwargo, dan pembacaan butir-butir Pancasila.


“Melalui kegiatan ini, peserta didik diajak membiasakan nilai-nilai keimanan, kedisiplinan, cinta tanah air, serta semangat belajar yang positif sebagai budaya sekolah,” tutur Kepala SDN Banjarsari, Purnomo, S.Pd.SD, pada Rabu (15/7/2026).


Yuk baca! Semi Parenting Sinergikan Kolaborasi di MPLS Hari Pertama SDN Perak I


Setelah itu, lanjut Purnomo, murid mendapatan materi Anti Bullying. Pembelajaran itu disampaikan dengan komunikatif dan interaktif oleh salah satu guru. Ia menjelaskan pengertian perundungan, berbagai bentuk perundungan baik secara fisik, verbal, maupun sosial, serta dampaknya terhadap korban dan lingkungan sekolah.


“Untuk memperkuat pemahaman tersebut, murid menyaksikan video edukatif Cerita Anak Interaktif berjudul Perundungan melalui Interactive Flat Panel. Melalui tayangan tersebut, murid dapat melihat contoh nyata perilaku yang termasuk perundungan beserta cara menyikapinya secara tepat,” sambung Purnomo.


Baca juga! Menilik MPLS Ramah 2026 di Pelosok Jombang


Tak ketinggalan, peserta didik juga diajak bermain dalam Game Gelium (Gerakan Literasi Numerasi). Permainan ini berupa Lompat Papan Bangun Datar yang berisi angka dan huruf. Permainan tersebut dilakukan secara bergantian oleh setiap murid dengan mengikuti instruksi guru untuk melompat pada angka atau huruf tertentu.


Seorang anak tampak antusias mengikuti GELIUM. (ist)

“Kegiatan ini melatih konsentrasi, koordinasi gerak, keberanian, kemampuan mengenal huruf dan angka, sekaligus menumbuhkan semangat belajar melalui permainan yang menyenangkan. Selain meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi dasar, permainan ini juga mengajarkan murid untuk disiplin, sportif, dan menghargai giliran teman,” ujar pria berdomisili di Loceret, Nganjuk itu.


Mari baca: Sekolah Tanpa Layar, Siswa Lebih Bugar


Sementara itu, untuk memetakan kemampuan awal murid pada aspek membaca, menulis, berhitung, dan pengetahuan dasar lainnya maka dilaksanakanlah Tes Kognitif dengan membagikan Lembar Kerja Murid (LKM). Guru Kelas V, Dwi Budisatiti, S.Pd.SD., mengatakan bahwa hasil tes tidak digunakan sebagai dasar penilaian akhir, tetapi sebagai informasi awal bagi guru dalam merancang pembelajaran.


"Yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing murid sehingga proses belajar nantinya dapat berlangsung lebih efektif dan bermakna,” tandas Dwi Budisatiti.


Peserta didik lahap menyantap MBG. (ist.)


Pembiasaan hidup sehat juga dilakukan oleh peserta didik yaitu melalui program Makan Bergizi Gratis. Sebagai penerapan perilaku hidup bersih dan sehat, maka murid, kata Dwi Budisatiti, membiasakan berdoa sebelum dan sesudah makan, menjaga kebersihan lingkungan, serta menghargai makanan yang tersedia.


“Kegiatan ini juga menjadi sarana menanamkan nilai kebersamaan, kepedulian, dan rasa syukur dalam kehidupan sehari-hari,” pungkas Dwi Budisatiti.


Penulis  : Dwi Budisatiti, S.Pd.SD

Editor    : Dimas Bagus Aditya

Lebih baru Lebih lama