Indonesia berhasil meraih empat medali emas, tiga medali perak, dan satu medali perunggu pada cabang olahraga panjat tebing dalam ajang SEA Games 2025 di Thailand. Hasil tersebut mengukuhkan Indonesia sebagai juara umum di cabang ini pada perhelatan olahraga dua tahunan tersebut.


Ekstrakurikuler panjat tebing di salah satu SMA swasta di Jombang. (Adit)


JOMBANG - Menariknya, tiga dari atlet peraih medali itu masih berusia di bawah 20 tahun. Bahkan, dua di antara peraih medali emas merupakan siswa SMA yang diperkirakan berusia 15 hingga 18 tahun. Keberhasilan atlet-atlet muda di tingkat regional itu pun menyoroti pentingnya pembinaan di tingkat daerah. Lantas, bagaimana kondisi pembinaan dan pengembangan olahraga panjat tebing di Jombang saat ini?


Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Jombang, Moh. Makhrus, S.Pd., menjelaskan kepada Majalah Suara Pendidikan bahwa pembinaan dan pengembangan olahraga panjat tebing masih menghadapi sejumlah hambatan. Pasalnya, dari beberapa sekolah yang menyelenggarakan kegiatan panjat tebing, sebagian besar pengelolanya masih berasal dari pengurus FPTI Kabupaten Jombang.


“Di Jombang, akses terhadap sarana panjat tebing masih terbatas. Hanya beberapa sekolah yang bisa memanfaatkannya, dan itu pun sebagian besar dikelola oleh pengurus FPTI. Karena itu, olahraga panjat tebing belum sepenuhnya memasyarakat. Bahkan, masih ada warga yang belum mengetahui keberadaan fasilitas wall climbing di Tennis Indoor,” tutur Moh. Makhrus, Senin (26/1/2026).


Yuk Baca! Hebat! Sekolah Ini Biasakan Bangun Pagi Agar Bugar Saat Belajar


Meski demikian, Makhrus – sapaan akrabnya – melihat peluang pengembangan dan pembinaan olahraga panjat tebing di Jombang masih cukup besar. Saat ini, Jombang telah memiliki empat pelatih berlisensi nasional, dan Makhrus merupakan salah satu di antaranya.


“Minat biasanya muncul dari satu-dua orang tua yang mengetahui adanya latihan. Namun karena mayoritas peserta adalah siswa SMA, anak-anak yang lebih kecil sering tidak bertahan karena tidak memiliki teman sebaya. Pembinaan akan lebih mudah jika mereka datang bersama-sama dan mendapat dukungan dari sekolah. Jika sekolah kurang terbuka, prosesnya menjadi lebih sulit,” rinci guru olahraga SMK Negeri 2 Jombang itu.


Mari Baca: Dua Srikandi SMP Pancasila Rebut Medali


Sejauh ini, lanjut Makhrus, kelompok Siswa Pecinta Alam (Sispala) dan Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) di Jombang relatif aktif mengikuti berbagai ajang panjat tebing. Setiap ada kejuaraan, hampir selalu mengirimkan atlet untuk bertanding. Setidaknya, terdapat sekitar 8 SMA yang rutin mengirimkan atletnya pada kejuaraan yang digelar FPTI.


“Dari delapan sekolah itu, konsentrasinya masih berkutat di Jombang Kota. Ada beberapa sekolah di luar Jombang Kota, seperti SMAN Ngoro, SMK Umar Zahid, SMK Al Khoiriyah Sumobito, SMK Al Hikmah Sumobito, dan SMA AWH Tebuireng,” tukas Moh. Makhrus.


Meski menghadapi sejumlah kendala, Makhrus membeberkan bahwasanya FPTI Jombang hampir setiap tahunnya berhasil memboyong medali di ajang Kejuaraan Terbuka ataupun Kejuaraan Daerah Jawa Timur.


“Pada ajang Himalaya Wall Climbing di UIN SATU Tulungagung, atlet Jombang meraih juara satu dan dua nomor lead Mapala putri. Kami juga berhasil meraih juara tiga nomor lead junior putra pada Kejurprov II Jawa Timur di Tuban tahun 2025,” ujar Makhrus.


Gas Baca: Benarkah Sinyal Kebangkitan Bulutangkis Indonesia Mulai Terlihat?


Dikonfirmasi secara terpisah, Aan Alfiansyah – peraih medali emas nomor boulder pada ajang SEA Games 2011 Jakarta-Palembang – mengungkapkan kepada Majalah Suara Pendidikan (7/1/2026) bahwa pengembangan dan pembinaan olahraga panjat tebing di Jombang sangat memungkinkan untuk terus dikembangkan. Potensi tersebut ditunjang oleh program FPTI Jombang yang rutin menggelar lomba antar pelajar setiap tiga hingga empat bulan sekali.


“Program tersebut sangat menarik karena FPTI Jombang menggelar perlombaan yang dibagi berdasarkan kelas usia. Sertfikat kejuaraan yang diperoleh atlet juga bisa dimanfaatkan sebagai bekal masuk SMP maupun SMA negeri favorit,” kata Aan, yang kini menjadi pelatih panjat tebing di DKI Jakarta.


Melalui program rutin tersebut, lanjut Aan, minat sekolah untuk menyiapkan dan membina atlet panjat tebing dapat terus tumbuh secara berkelanjutan.


“Terlebih di era digital sekarang, promosi panjat tebing di Jombang bisa dilakukan dengan melibatkan media sosial maupun para Youtuber agar olahraga ini semakin dikenal masyarakat,” papar Aan Firmansyah.


Baca dulu: Sinyal Kebangkitan Bulutangkis Indonesia


Sementara itu, Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Yenny Wahid mengapresiasi penyelenggaraan berbagai kejuaraan atau kompetisi yang dilakukan oleh FPTI Jombang. Artinya, kata Yenny, olahraga panjat tebing di kalangan masyarakat Jombang sudah mulai menggeliat.


“Dari perlombaan itu, anak-anak mulai melihat dan menyaksikan langsung kompetisi tersebut sehingga dapat mengenalkan olahraga panjat tebing. Oleh karena itu, saya mendorong FPTI (Jombang, red.) untuk terus menyelenggarakan kejuaraan kelompok umur,” pungkas Yenny Wahid dilansir dari Antara.com (10/9/2024). - Dimas Bagus Aditya/*

Lebih baru Lebih lama