NGUSIKAN - Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tidak hanya berlangsung di sekolah-sekolah yang mudah dijangkau atau berada di kawasan perkotaan. Sekolah yang berada di wilayah dengan medan yang cukup menantang dan keterbatasan akses sinyal pun tetap menjadi bagian penting dalam dunia pendidikan.
![]() |
| MPLS TK Tunas Persada Kromong di luar ruangan. (ist) |
Semangat itulah yang terus
diusung Majalah Suara Pendidikan (MSP) dalam menghadirkan berbagai potret
pendidikan di Kota Santri. Pada pelaksanaan MPLS tahun ini, MSP turut menyoroti
kegiatan MPLS di TK Tunas Persada yang berlokasi di Dusun Kromong, Desa
Kromong, Kecamatan Ngusikan.
Yuk baca: Semi Parenting Sinergikan Kolaborasi di MPLS Hari Pertama SDN Perak I
Kepala TK Tunas Persada
Kromong, Sudarsih, S.Pd., mengatakan bahwa pelaksanaan MPLS Ramah 2026 di
lembaga yang dipimpinnya berlangsung lancar tanpa kendala berarti selama dua
hari. Meski Dusun Kromong berada di kawasan hutan dengan akses yang cukup
terbatas, semangat guru, peserta didik, dan orang tua tetap tinggi sehingga
rangkaian kegiatan MPLS berlangsung semarak dan penuh antusiasme.
“Sarana dan prasarana di TK
Tunas Persada Kromong memang mengalami kerusakan yang cukup parah. Meski
demikian, semangat kami untuk menyelenggarakan MPLS Ramah 2026 tidak pernah
surut. Justru kondisi sarana dan prasarana yang rawan ambruk itulah yang
mendorong kami memusatkan kegiatan MPLS di luar ruang kelas demi menjaga
keselamatan peserta didik,” tutur Sudarsih, melalui sambungan WhatsApp,
Selasa (14/7/2026).
Mari Baca: Mendokumentasikan Kuliner Legendaris Khas Njombangan
Majalah Suara Pendidikan
edisi 152/Th.XIII/Maret 2026 pernah mengangkat kondisi TK Tunas Persada Kromong
yang hingga kini masih merindukan sarana dan prasarana yang layak. Salah satu
persoalan yang disoroti saat itu ialah kondisi plafon ruang kelas yang telah
lapuk dimakan usia.
![]() |
| Semangat! Guru dan siswa antusias mengikuti MPLS. (ist) |
Ironisnya, meski Dusun
Kromong dikenal sebagai daerah yang kerap mengalami kekurangan air bersih,
ruang kelas TK Tunas Persada justru kerap tergenang air saat hujan turun. Akibatnya,
ruang belajar berubah bak kolam sehingga tidak lagi nyaman dan aman digunakan
untuk kegiatan pembelajaran.
Baca dulu: Sekolah Tanpa Layar, Siswa Lebih Bugar
Walaupun harus menghadapi
keterbatasan sarana, pelaksanaan MPLS Ramah 2026 tetap dikemas secara
menyenangkan bagi peserta didik baru. Selama dua hari pelaksanaan, peserta
didik baru dikenalkan dengan lingkungan sekolah melalui berbagai kegiatan yang
menyenangkan dan ramah.
“Pada hari pertama MPLS,
anak-anak diajak mengenal lingkungan termasuk nama instansi tempat mereka
belajar selama dua tahun mendatang, menyanyikan Selamat Datang, bertepuk
semangat, hingga bermain bermakna,” ujar Sudarsih.
“Sementara, pada hari Selasa,
anak-anak dikenalkan dengan guru-guru baru dan teman-teman yang baru pula.
Mereka diajak untuk memperkenalkan diri, bermain dalam kelompok yang lebih
kecil,” pungkasnya.
![]() |
| Ceria! Peserta didik baru TK Tunas Persada. (ist.) |


