![]() |
| ASYIK! Siswa SDN Bendet mengikuti Bengkel Belajar, beberapa waktu lalu.(ist) |
DIWEK- Menjadi sekolah penggerak sejak tahun 2023, SDN Bendet yang awalnya kekurangan siswa, tenaga pengajar, hingga sarana prasarana, sekarang mulai mendapat angin segar. Ini hasil dari perjuangan Kepala Sekolah, Rahaju, S.Pd., M.Pd., yang berhasil lolos menjadi sekolah penggerak setelah dua kali mendaftarkan diri.
Lihat juga:Inilah Kampanye Hijau Al-Hikam; Tukar Sampah Dengan Sayuran
SDN Bendet pada mulanya hanya memiliki 40 siswa, sekarang mengalami
peningkatan menjadi 62 siswa dengan 12 tenaga pengajar. Hal itu didukung dengan
sarana prasarana, mulai dikembangkan untuk menunjang pendidikan melalui bantuan
pendanaan yang turun setelah menjadi sekolah penggerak.
Berbagai program inovasipun
dibuat, salah satunya adalah “Bengkel Belajar” yang telah berjalan tiga tahun
terakhir.
“Bengkel belajar yang dimaksud disini yaitu pembelajaran tambahan setelah jam sekolah selama 10 hingga 15 menit bagi siswa yang belum lancar membaca. Program ini tidak hanya berlaku untuk kelas I tapi juga untuk jenjang kelas diatasnya,” ungkap Rahaju, Jumat. (08/05).
Baca juga:Di Swedia Pendidikan Itu Gratis Sejak Dini!
Sementara itu, guru kelas I, Atik
Puspita, S.Pd., mengatakan Bengkel Belajar sekarang mayoritas pesertanya adalah
kelas I, dari total 19 siswa terdapat sembilan siswa yang masih membutuhkan
pendampingan tambahan dalam membaca,
“Tentunya tidak semua ikut setiap
hari, melainkan dibuat jadwal bergilir, dua hingga tiga siswa setiap pertemuan
agar pendampingan lebih efektif, hal ini penting supaya anak bisa mengikuti
pembelajaran lebih optimal dijenjang yang lebih tinggi nantinya,” tambahnya.
![]() |
| Siswa dan guru berfoto bersama.(ist) |
Program lain juga mulai dibentuk, hasil dari usulan wali murid, kini Bengkel Belajar berdampingan dengan program Belajar Mengaji yang pelaksanaannya juga setelah pembelajaran sekolah.
.jpeg)
