
Pelaksanaan lomba kriya FLS3N Kecamatan Jombang. (Wahyu)
JOMBANG - Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) jenjang SD tingkat Kabupaten Jombang telah berlangsung beberapa waktu lalu. Sebelum melangkah lebih jauh di tingkat kabupaten, para peserta lebih dahulu berjibaku di koordinator wilayah kecamatan. Tiap kecamatan di Kabupaten Jombang pun memiliki sejumlah tantangan dan kendala selama perhelatan festival tahunan itu. Lalu, apa saja tantangan dan kendala yang dihadapi?
Di Kecamatan Jombang, pelaksanaan FLS3N dilaksanakan di SDN Jombatan. Kegiatannya berlangsung dengan sejumlah kendala. Ketua pelaksana acara, Uswatun Hasanah, S.Pd., menuturkan salah satu kendala seleksi yaitu tenggat pendaftaran peserta melalui Balai Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI) yang berakhir pada 31 Maret.
“Banyak sekolah mendaftarkan peserta di
hari terakhir, yang akibatnya akses system overload sehingga dua sekolah
tidak berhasil mendaftarkan siswanya,” jelas perempuan yang juga Kepala SD Negeri Candimulyo itu, (09/04).
Coba baca: SDN Bendet Kecamatan Diwek Optimalkan Kemampuan Membaca Siswa Sejak Dini
Meskipun demikian, terdapat dua Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang mengikuti kompetisi ini. Mereka turut bergabung atas usulan Uswatun Hasanah. Hal ini diharapkan agar terjalin kolaborasi antara KKKS SD dan KKMI untuk FLS3N tahun berikutnya.
Sebanyak 295 peserta dari 48 lembaga jenjang SD dan MI mengikuti berbagai cabang lomba, diantaranya gambar bercerita, menyanyi solo, kriya, mendongeng, menulis cerita, pantonim, dan tari kreasi.
Pada tahun sebelumnya, Kecamatan Jombang berhasil meloloskan dua
peserta ke tingkat provinsi. Tahun ini, panitia menargetkan jumlah tersebut
dapat meningkat.
Lihat: SMP Al Furqan MQ Ukir Prestasi Mengkilap Di Hari Santri
Tantangan berbeda dialami pada FLS3N di Kecamatan Plandaan yang berlangsung dua hari, (7-8/4). Bertempat di halaman SDN Bangsri, pelaksanaan FLS3N berlangsung khidmat. Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Plandaan, Sofyan Hadi, S.Pd., menjelaskan bahwa pada tahun sebelumnya ada tiga sekolah yang tidak dapat mengikuti FLS3N, diantaranya SDN Pojok I, SDN Pojok II, dan SDN Jipurapah.
![]() |
| Pelaksanaan FLS3N di Kecamatan Plandaan. (Wahyu) |
Alasan ketiga SD itu tak mengikuti FL3N adalah lokasi sekolah yang jauh dan akses jaan yang tidak mendukung. Tapi tahun ini, dengan adanya perbaikan akses jalan, sehingga SDN Jipurapah bisa mengikuti meskipun belum seluruh cabang lomba.
“Beberapa sekolah memang belum mengirimkan
peserta, tapi mereka tetap berperan aktif dalam kepanitiaan. Ini merupakan
bentuk dukungan terhadap FLS3N agar berjalan dengan lancar,” tandas Sofyan
Hadi.
Tengoklah: Di Swedia Pendidikan Itu Gratis Sejak Dini!
Diikuti oleh 22 sekolah dari total 24 lembaga di Kecamatan Plandaan dengan jumlah 210 peserta. Mereka beradu bakat
di tujuh cabang lomba seni dan sastra selama dua hari. Hari pertama diikuti
sebanyak 84 peserta dan hari kedua diramaikan 126 peserta.
Sedikit berbeda dalam hal penunjukan dewan juri dari Kecamatan Jombang, ketua pelaksana kegiatan, Zuli Miftakhul Anam, S.Pd., M.Pd., menyebut di Kecamatan Plandaan kompetisi menggunakan dewan juri dari masing-masing sekolah.
"Dimana setiap cabang lomba, juri tidak berasal dari sekolah yang sama agar
tetap mengedepankan profesionalitas dan objektivitas," ungkapnya. - Wahyu Rahmat Hidayat
