
Bangunan bekas Wilker Kecamatan Tembelang yang perlu direhabilitasi. (Wahyu)
TEMBELANG- Sekolah yang berada tepat di
akses Gerbang Tol Tembelang ini mengalami beberapa permasalahan pembelajaran. Diantaranya
yaitu keterbatasan ruang kelas yang memadai dan polusi akibat dari kendaraan
ramai melintas.
Kepala SDN Pesantren, Ainun Nadlifah,
S.Pd.SD., mengungkapkan bahwa rehabilitasi bangunan bekas Wilker Kecamatan itu
sebagai bagian meneruskan niat kepala
sekolah sebelumya yang sudah sejak tiga tahun lalu mengajukan rehabilitasi.
“Bangunan bekas Wilker Kecamatan ini sangat
potensial jika dimanfaatkan sebagai ruang pendukung belajar, karena memang
sekolah sedang kekurangan kelas untuk belajar siswa, bahkan perpustakaan
sekolah juga sempat roboh, kami berharap pemerintah bisa menjawab apa yang
menjadi kebutuhan kami,” ungkap perempuan yang sebelumnya mengajar SDN Pojok
Kulon itu dan SDN Jombatan itu.
Baca: Di Swedia Pendidikan Itu Gratis Sejak Dini!
Selain berhadapan dengan sarana prasarana,
SDN Pesantren juga terganggu dengan polusi udara dan polusi suara dari
kendaraan-kendaraan yang ramai melintas di sisi jalan raya. Keprihatinan itu
disampaikan langsung oleh Ainun Nadlifah, kemudian muncul gagasan penghijauan
disebelah sekolah tepat di perbatasan sekolah dengan jalan raya.
Meskipun menghadapi berbagai kendala,
sekolah yang memiliki 67 peserta didik dengan 12 tenaga pengajar itu tetap bisa
mampu berprestasi diberbagai kompetisi, mulai dari Juara 1 Festival Banjari tingkat kabupaten, Juara III
gerak jalan tingkat kecamatan, hingga keikutsertaannya dalam Olimpiade Olahraga
Siswa Nasional (O2SN) 2026.
Juga Baca: SDN Bendet Kecamatan Diwek Optimalkan Kemampuan Membaca Siswa Sejak Dini
Dengan penuh antusias Ainun Nadlifah
mengatakan harapannya kepada pemerintah Kabupaten Jombang.